Sabtu, Mei 18, 2024

Keris Batu Akik Bengkulu ‘Go Internasional’

keriss
Gondrong yang tengah memperlihatkan keris berbahan dari batu akik

Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Mungkin sebagian warga Bengkulu pengrajin batu belum mengetahui, sosok Ngadenin (38). Ya, dia satu dari ratusan pengrajin batu, yang berdiam di Provinsi Bengkulu. Buah karya, pria yang akrab disapa gondrong ini, sudah sampai Singapura serta kota-kota besar di Indoensia, mulai dari Jakarta, Palembang, Sumatera Selatan serta kota besar lainnya.

Bahkan, kalangan pejabat di Bengkulu memesan kerajinan berbahan batu akik itu, dengan, Ngadenin. Mulai dari keris, asbak, pipa rokok, gagang pistol, handle mobil serta lainnya.

Pria yang bermukim di RT 30 RW 06 Kelurahan Kandang Mas Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu ini, mulai menggeluti kerajinan dari batu sejak bulan Juli 2014 lalu. Itu berawal dari anaknya, yang mengasah batu. Lantaran, batu milik anaknya hilang. Sehingga dirinya memilih membeli mesin sendiri, untuk mengolah batu.

”Saya baru membuat kerajinan dari batu ini, itu pun terinspirasi dari anak saya,” kata gondrong, saat ditemui kupasbengkulu.com, Senin (22/12/2014).

Ia mencerita, kerajinan dari batu berupa keris ukuran mini, keris ukuran besar terinspirasi saat dirinya mencuci keris pada bulan Muharram. Keesokkan harinya, dirinya langsung mempraktekkan membuat keris yang berbahan batu.

Tidak puas dengan karya keris yang berbahan dari batu akik, dirinya mulai berinspirasi membuat asbak berbahan batu, pipa rokok, gagang pistol serta lainnya.

Pembuatan keris ukuran mini, lanjut dia, hanya memakan waktu sekitar 2 jam, dengan biaya pembuatan sekitar Rp 750 ribu. Sementara, pembuatan keris ukuran besar memakan waktu hingga satu hari dengan harga pembuatan Rp 1 juta per buah.

Selain itu, tambah dia, bahan yang dibuat kerajinan tersebut, mulai dari batu jenis Cempaka, Fosil Tras Jelatang dan Teratai.

Lalu berapa harga paling mahal yang terjual hasil buah karyanya tersebut?, ia mengakui, karyanya yang berhasil terjual berupa jenis keris, dengan harga Rp 15 juta, saat pameran di Mangga Dua, Jakarta beberapa waktu lalu.

”Saya ini hanya pengrajinnya saja. Jadi, bahan batu itu dari konsumen semua. yang jelas, semua karya saya ini hanya belajar secara otodidak,” pungkas gondrong.(gie)

karya ketis
Buah karya gondrong.

Related

Cerita Ishak dengan Usaha Tahu Rumahan yang Kembang-kempis

Cerita Ishak dengan Usaha Tahu Rumahan yang Kembang-kempis ...

Bupati Kopli Larang Truk Batu Bara Melintas di Kecamatan Pinang Belapis

Bupati Kopli Larang Truk Batu Bara Melintas di Kecamatan...

Manajeman PT. DDP Bantah Telah Terjadi Konflik Agraria di Air Berau Estate

Manajeman PT. DDP Bantah Telah Terjadi Konflik Agraria di...

Bupati Kopli Anshori Hadiri Perayaan HUT Perpusnas RI di Jakarta

Bupati Kopli Anshori Hadiri Perayaan HUT Perpusnas RI di...

Idap Tumor Ganas, Remaja Asal Seluma Ini Butuh Uluran Tangan

Idap Tumor Ganas, Remaja Asal Seluma Ini Butuh Uluran...