Kupasbengkulu.com, Bengkulu Tengah -Menghadapi pelaksaan Pemilihan Kepala Desa (PILKADES ) yang bersih pada bulan November mendatang, Kesbangpol kabupaten Benteng terus melakukan monitoring serta pemantauan 77 desa yang akan melaksanakan Pilkades serentak.

Hal ini di katakan Kepala Kesbangpol Kabupaten Benteng, Yance diruang kerjanya, Rabu,(13/10). Sebanyak 77 desa yang akan menyelenggarakan Pilkades serentak, termasuk daerah titik rawan dalam pelaksanaannya. “Dalam perhelatan itu juga kesempatan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur untuk melakukan kampanye dan sosialisasi di desa desa yang sedang melaksanaan Pilkades serentak”, jelasnya.

Saat ini kata Yance, pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait, baik itu KPU, Panwaslu serta pihak lainnya, untuk terus memantau pelaksanaan Pilkades serentak. Besar kemungkinan akan rawan kecurangan. Dalam Pilkada serentak, pasangan calon dapat melakukan hal-hal yang dianggap merugikan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Bengkulu, yang jarak pelaksanannya sekitar sebulan. Pilkades dilaksanakan bulan November, sedangan Pilkada gubernur pada 9 Desember 2015.

Kesbangpol Benteng akan terus memantau desa desa yang dianggap titik rawan. Sebab, dalam pemetaan Kesbangpol, hampir semua desa rawan kecurangan. Agar hal ini tidak terjadi dalam PIlkades dan Pilkada gubernur, pihaknya kata Yance, menurunkan tim informasi disetiap desa. Tugasnya untuk memonitor dan.memantau Pilkades serentak. Apapun kegiatan setiap desa yang mencurigakan, Kesbangpol akan mengetahui . ini juga penting mengantisipasi konflik, terutama di desa-desa perdalaman.

“Yang jadi target Kesbnagpol Kabupaten Benteng, takut terjadi eksodus pemilih” jelas Yance.(adk )