Ali korban crane

kupasbengkulu.com, Kota Bengkulu – Insiden crane di Masjidil Haram, Mekkah menjadi cerita tersendiri oleh salah satu jemaah haji asal Kota Bengkulu yakni Ali Sabri Selamun. Korban timbahan beton tersebut menjadi pengalaman tersendiri oleh pria berumur 54 tahun tersebut.

Cerita ini bermula sewaktu korban, istrinya, serta bibinya sedang memnunaikan salat pada Jumat (11/9/2015) sekira pukul 17.30 waktu Mekkah, Arab Saudi.
Seketika di tempat thowaf Masjidil Haram akibat badai angin disertai hujan deras yang melanda.

“Kita saat itu sudah selesai salat Sunnah Tawaf. Tiba-tiba setelah salat angin kencang, hujan ditambah juga petir yang menyambar. Lalu crane yang tingginya sekira 300 meter tersebut roboh dan langsung menimpa para jemaah,” kata Ali.

Ali yang tergabung dalam kloter 7 embarkasi Padang, yang beralamat di Jalan Z Arifin, Nomor 45 RT 03 Padang Nangka Kota Bengkulu tertimpa oleh beton hingga pingsan dengan ratusan korban jemaah haji.

Ketika sedikit sadar dari pingsannya, ia melihat bahwa tubuhnya telah berbaring bersama mayat yang telah bersimbah darah.

“Saat itu saya langsung pingsan dengan beberapa mayat yang kondisi mereka ada yang tangannya putus, kakinya putus dan berbagai macamlah. Pada saat itu juga jemaah yang lain mau salat tertunda hingga 30 menit,” lanjutnya.

Melihat tumpukan mayat tersebut, kemudian Ali, kembali tak sadarkan diri, sebab beton tersebut melukai kening, kepala bagian belakang, tangan sebelah kiri, dan kaki kirinya.

Tak beberapa lama kemudian tim medis serta orang-orang yang ada di Masjid Haram berdatangan untuk melakukan pertolongan kepada para korban.

“Saya sempat dikabarkan tidak bernyawa lagi, tapi itu hanya opini saja. Yang jelasnya saya langsung dibawa ke Sektor empat selama satu malam, kemudian dibawa ke PPIH selama satu malam juga, dan terakhir saya dibawa ke Rumah Sakit (RS),” jelasnya.

Walaupun demikian dalam keadaan yang sakit akibat luka yang dideritanya, Ali kemudian bisa menyelesaikan hingga akhir ritual haji. Ini dibuktikan dirinya hingga lempar jumrah di Kota Mekkah hingga akhirnya pulang ke Kota Asal dengan penuh cerita.

Sementara itu, Kakan Kemenag Kota Bengkulu, Muklisuddin mengatakan pihaknya bersyukur di tahun ini jemaah haji di Kota Bengkulu bisa pulang dengan selamat.

“Selama ada kejadian tersebut kita terus pantau dan Alhamdulillah Pak Ali akhirnya pulang dengan selamat. Inilah karunia tuhan,” kata Muklisuddin.(dex)