kupasbengkulu.com, Rejang Lebong – Badan Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (BLHKP) Rejang Lebong mengeluhkan berserakannya kulit durian di jalanan utama Kota Curup dan sekitarnya, pasca buah tersebut membanjiri Curup mulai satu bulan terakhir. Hal itu diakui oleh Kepala BLHKP wilayah itu, Lensiana pada kupasbengkulu.com, Selasa (15/12/2015).

Lensiana juga mengungkapkan bahwa jumlah Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Rejang Lebong memang sangat terbatas. Hal itu membuat pihaknya banyak mengajukan penambahan TPS pada tahun anggaran depan. Meskipun begitu, ia juga tidak membenarkan tindakan masyarakat membuang kulit dan biji durian sembarangan, meskipun seandainya jumlah TPS mencukupi.

“Petugas kita juga jumlahnya terbatas, jadi kita juga berharap masyarakat dapat mengerti untuk tidak membuang kulit durian sembarangan saja,” lanjut Lensiana.

Lensiana menambahkan, masyarakat dapat memanfaatkan kulit durian dan bijinya untuk dijadikan pupuk kompos. Dengan demikian, selain mengurangi volume sampah, juga dapat meningkatkan kebersihan kota, mengingat wilayah itu gagal mendapatkan Adipura untuk tahun ini.

“Kedepannya, kita juga akan menambah areal di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) untuk mengantisipasi volume sampah yang terus meningkat,” pungkasnya. (vai)