U

U

kupasbengkulu.com, bengkulu – Nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar. Kendati demikian, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bengkulu, Bambang Himawan, mengatakan dampak dari pelemahan rupiah ini belum begitu dirasakan masyarakat Bengkulu, sehingga kecil kemungkinan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dilakukan oleh perusahaan.

“Pengaruh pelemahan rupiah pasti ada, namun dampak PHK besar-besaran itu hanya spekulasi terutama bagi pelaku ekspor-impor,” ujar Bambang.

Dia mengatakan, khususnya di Provinsi Bengkulu, terlalu dini apabila perusahaan mengambil tindakan PHK. Karena tidak banyak perusahaan yang melakukan ekspor-impor langsung ke luar negeri. Sejauh ini komoditas lokal seperti karet dan sawit dikirimkan ke Palembang dan Medan, sehingga perputaran uang masih terjadi di Sumatera. Kemudian secara umum porsi perekonomian Bengkulu sangat kecil, tidak sampai 1 persen.

“Kalau kita ekspor-impor, artinya terjadi penurunan kurs. Dari perusahaan pasti ada upaya penyesuaian terlebih dahulu dan pasti akan mencari solusi lain. PHK merupakan pilihan terakhir yang dilakukan,” lanjutnya.

“Kondisi yang terjadi sekarang berbeda dengan krisis tahun 1998 dahulu, dengan melihat cadangan devisa kita masih 107,6 miliar atau 7 bulan impor,” jelas Bambang.

Dia menambahkan BI secara konsisten akan terus mengupayakan stabilitas dan fokus pada kebijakan jangka pendek, serta berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengoptimalkan kondisi perekonomian. Salah satu yang bisa dilakukan adalah penggunaan mata uang rupiah sebanyak-banyaknya.

Selain itu, pemerintah daerah juga dituntut harus cerdas dalam memanfaatkan potensi yang ada, seperti pariwisata untuk mengundang wisatawan berkunjung ke Bengkulu.

“Kita bisa membuat paket wisata murah, tidak perlu buat paket wisata satu minggu dengan harga Rp 5 juta. Mereka pasti akan berfikir ke tempat lain saja dan kita juga harus tahu diri bahwa spot wisata kita belum terlalu banyak. Cukup buat paket 2 hari 1 malam dengan harga Rp 1,5 juta misalnya, itu saya rasa sudah cukup untuk mengunjungi berbagai tempat wisata di Provinsi Bengkulu”, pungkasnya. (val)