A Hijazi menegaskan kalau dirinya dan SKPD itu pelayan masyarakat.

Bupati A Hijazi menegaskan kalau dirinya dan SKPD itu pelayan masyarakat.

Rejang Lebong, Kupas Bengkulu – Bupati Rejang Lebong terpilih, A Hijazi menegaskan SKPD harus bekerja secara profesional dan proporsonal. Sebab, seperti Bupati, SKPD adalah pelayan masyarakat, bukannya dilayani.

Hal itu diungkapkannya dalam acara Paripurna Serah Terima Jabatan (Sertijab) Bupati Rejang Lebong di DPRD setempat, Jumat (19/1/2016). “Kita digaji rakyat, untuk melayani rakyat bukan dilayani, jangan takut dengan Bupati, tapi takut apabila tidak bisa melayani rakyat,” kata Hijazi.

Hijazi juga menegaskan tidak akan ada lagi PNS yang bisa izin berbulan-bulan. Apalagi, pejabat yang memanfaatkan kewenangannya untuk semena-mena. Ia berharap lupakan masalah Pilkada lalu, tidak perlu ada dendam politik.

“Tidak ada mutasi-mutasi berlandas dendam politik, yang ada hanya penyegaran,” kata Hijazi.

Hijazi menegaskan, daripada memikirkan tentang dendam politik pasca Pilkada, ia lebih berharap segala lini bekerja sama untuk membangun Rejang Lebong. Kemiskinan dan pendidikan, lanjutnya, masih jauh lebih prioritas dibandingkan masalah tersebu. Hijazi sempat meminta maaf karena ceplas-ceplos, sebab seperti itulah gaya bicaranya.

Sementara itu, Mantan caretaker Rejang Lebong, Andi Roslinsyah berharap silaturahmi antara Bupati Rejang Lebong, A Hijazi dengan dirinya tidak terputus.

“Saya berharap kerja sama dan silaturahmi antara kita yang terjalin selama ini dapat terus terjalin,” katanya.

Andi juga berharap, dibawah kepemimpinan Hijazi – Iqbal Bastari kedepannya, dapat membawa Rejang Lebong lebih maju. Ia juga menyatakan, apabila kerja sama dan silaturahmi tetap terjalin, bisa memberikan kontribusi terhadap kemajuan salah satu daerah tertua di Provinsi Bengkulu tersebut.

Penulis : Adhyra Irianto