Palasostik saat menggelar Pendidikan Dasar beberapa waktu lalu

Palasostik saat menggelar Pendidikan Dasar beberapa waktu lalu

Bengkulu, kupasbengkulu.com – Mahasiswa Pencinta Alam Sosial Politik (Palasostik) Fisip, Universitas Bengkulu, menyebutkan terdapat 670 desa terisolasi dari total 1.356 desa di Provinsi Bengkulu. Ini disampaikan Ketua Umum Palasostik, Fisip, Universitas Bengkulu, Joni Anggariksa pada, Senin (1/12/2014).

“670 desa terisolasi tersebut dilihat dari sisi minimnya akses jalan, perekonomian, listrik, air bersih, pendidikan dan kesehatan, itu data pemerintah, kami menurunkan tim ke desa terisolasi tersebut untuk melihat lebih dekat bagaimana kehidupan mereka sehari-hari di tengah minimnya akses pembangunan,” kata Jhoni.

Ia katakan pula, ada pun desa yang akan mereka datangi yakni Sungai Lisai, Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong. Desa ini merupakan representasi kawasan terisolasi karena minim akses pembangunan dan kawasannya juga masuk dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS). Tim ekspedisi nantinya akan melakukan kegiatan membaur bersama masyarakat untuk mengetahui kehidupan masyarakat desa terisolasi secara mendalam.

Untuk masuk ke Desa Sungai Lisai membutuhkan jarak tempuh denan berjalan kaki sekitar enam jam. Medan jalan stapak, menyeberangi dua sungai yang cukup besar. dalam pelaksaan kegitan itu.

“tim mempersiapkan selama tiga bulan riset data dan di lapangan selama satu minggu dari tanggal dengan aktifitas penelitian sosial masyarakat, adat, budaya, kualitas pendidikan. serta didukung oleh tim multimedia yang akan melakukan pembuatan dokumenter, foto serta buletin. targetan kegiatan ini didapatkan sebuah solusi yang akan diberikan pada pemerintah untuk membuka keterisolasian kawasan,” ujar Jhoni.

Hasil kegiatan ini, akan kami gelar bedah pembangunan desa terisolasi Bengkulu hasilnya direkomendasikan bagi kebijakan pembangunan pemerintah daerah. Selain itu catatan kegiatan akan diterbitkan dalam bentuk buku dan dokumentasi video atau film dokumenter.

Menurutnya, pemerintah, dan semua komponen tak bisa berpangku tangan terhadap keterisolasian masyarakat tersebut karena ini berimbas pada rendahnya kualitas sumber daya manusia dan tak mampu bersaing dalam kancah global.

Secara data ketenagakerjaan versi BPS ia sebutkan hampir 40 persen pencari kerja di Bengkulu merupakan tamatan Sekolah Dasar (SD).

“Pemerintah harus serius dalam hal pendidikan dan membuka akses masyarakat pedesaan jika tidak, Bengkulu akan terus tertinggal,” pungkasnya.(kps)