Sabtu, Desember 4, 2021

Pedagang Golput Jika Atasi Masalah Pasar Selalu dengan Kekerasan

Baca selanjutnya

Pedagang Menggelar pertemuan di Pasar Minggu, Jumat (14/2/2014)
Pedagang Menggelar pertemuan di Pasar Minggu, Jumat (14/2/2014)

kupasbengkulu.com – Ratusan pedagang yang tergabung dalam ‘Kelompok Pedagang Pasar Minggu Bersatu’ mengancam akan menjadi Golongan Putih (Golput) atau tak memilih dalam Pemilu 2014 jika Wali Kota Bengkulu, Helmi Hasan tak serius menyelesaikan persoalan pasar yang merugikan mereka sebagai pedagang kecil.

Penyataan itu disampaikan para pedagang saat menggelar rapat di Pasar Minggu untuk mengeluarkan aspirasi mereka. Isak tangis pedagang mewarnai pertemuan tersebut. Para pedagang mengaku sudah tak tahan dengan ulah Satpol PP yang dinilai semaunya dalam melakukan penggusuran.

“Kami ini merasa tertekan dengan Satpol PP. Mereka tidak punya hati nurani. Seharusnya Pak Wali (Helmi Hasan -red) tak perlu turukan Satpol PP yang kasar itu. Pak Wali sendiri datangi kami ke pasar ini,” ujar Ismi, pedagang tempe-tahu, Jumat (14/02/2014).

Diakui Ismi, akibat dari penggusuran ini, dirinya sudah tak mampu lagi membayar kontrakan rumah. Memang Walikota telah menyediakan tempat berjualan, yakni di Pasar Barukoto. Namun diakui pedagang, kondisi Pasar Barukoto saat ini sudah tak mampu menampung jumlah pedagang yang semakin banyak. Selain itu Pasar Barukoto juga dinilai sepi pembeli.

“Kami sudah coba jualan di Barukoto, tapi siatuasinya sekarang sudah tak memadai, pedagang rebutan tempat. Tapi pembelinya sepi. Kami terpaksa harus ‘kucing-kucingan’ dari Satpol PP. Anak saya sekarang sampai putus sekolah gara-gara tak punya biaya. Mana janji Walikota yang katanya mau sejahterakan masyarakat kecil? Sibuk saja bagi-bagi mobil,” tambah Marlini, pedagang sayur.

Disampaikan Iwanto Junaidi, Ketua Kelompok Pasar Minggu Bersatu, dirinya dan ratusan pedagang lainnya akan melakukan golput (golongan putih – red) dalam Pileg mendatang, apabila DPRD atau Walikota tak mampu memberikan penyelesaian yang pro-rakyat kepada mereka.

Dirinya mengaku kecewa dengan sejumlah anggota dewan yang dinilai ‘angkat tangan’ atau diam saja melihat penderitaan masyarakat kecil.

“Kami tidak takut, kami bukan teroris yang harus dikejar-kejar Satpol PP. Kami hanya minta penyelesaian yang pro-rakyat. Kami para pedagang tak segan-segan melakukan golput pada Pileg mendatang,” ujar Iwanto.

“Percuma kami milih-milih anggota dewan. Tidak ada yang membela kami. Masyarakat trauma, mereka enak-enak duduk di ruang AC, tidak ada yang bergerak,” kata Iwanto lagi.

Rencananya, Senin (17/02/2014) kelompok pedagang akan mendatangan Kantor DPRD Kota Bengkulu untuk melakukan hearing. (val)

OJK Tetapkan Modal Inti Minimum Bank Bengkulu Sebesar Rp3 Triliun

Kupas News – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan aturan modal inti minimum sebesar Rp3 triliun. Kelonggaran ini diberikan kepada setiap Bank Pembangunan Daerah (BPD),...

Bea Cukai Bengkulu Musnahkan Barang Sitaan

Kupas News – Direktorat Jendral Bea dan Cukai melalui Kantor Pengawasan dan Pelayanan (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Bengkulu, Kamis pagi (2/12/2021) melakukan pemusnahan...

Aksi Demo Warga Tuntut Bupati Mian Tutup PT. Pamor Ganda

Kupas News – Usai beberapa kali menggelar pertemuan dengan manajemen PT. Pamor Ganda tidak membuahkan hasil, akhirnya warga Desa Pasar Ketahun, Lubuk Mindai, dan...

Presiden RI Keluarkan Kebijakan Segera Belanjakan TKDD 2022

Kupas News – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah pimpin penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD)...

Berikut Ini Motor “Offroad” Trail Terbaik Sepanjang 2021

Kupas News – Industri sepeda motor setiap tahunnya selalu mengembangkan berbagai inovasinya. Sudah pasti teknologi dan spesifikasi terkini yang diterapkan pada keluaran terbaru mereka....

Terbaru