Marjon, Mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pendidikan, Kota Bengkulu

Marjon

kupasbengkulu.com, Kota Bengkulu – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mengecam bagi para pegawai yang memiliki kontrak dengan Pemerintah Kota Bengkulu. Ancaman dari Pemerintah Kota Bengkulu tak main-main, Pemkot Bengkulu bakal memutuskan kontrak bagi pegawai yang malas dalam bekerja.

Hal ini sesuai dengan kegitan Pemkot untuk mulai melakukan evaluasi terkait kebutuhan tenaga honorer atau kontrak, belum bisa dipastikan apakah akan bertambah atau bahkan dikurangi dari yang ada.

Sekretaris daerah (sekda) Kota Bengkulu Marjon, M.Pd menjelaskan kemungkinan sekira bulan Desember 2015 mendatang akan diketahui hasil evaluasi yang dilakukan.

“Setiap tahunnya memang selalu harus di evaluasi, mana yang aktif, rajin, dan giat bekerja tentu akan dipertimbangkan untuk dipertahankan, namun yang malas dan jarang masuk ya untuk apa dipertahankan, saya pastikan kontraknya akan dicabut, kita butuh tenaga yang mendukung kemajuan pemerintah kota, bukan membebani keuangan pemerintah kota,” kata Marjon.

Dikatakan pula bahwa opsi antara apakah akan ditambah atau dikurangi tenaga kontrak, akan diketahui setelah melakukan pendataan dan evaluasi. Lalu berkaitan dengan keluhan tenaga kontrak terkait gaji, Marjon menjelaskan bahwa semuanya tergantung kemampuan APBD Pemkot.

“Pada APBD perubahan 2015 kemarin, anggaran terbesar masih ke infrastruktur dan belanja pegawai. Lalu soal usulan kenaikan gaji honorer pemkot belum, nanti disesuaikan saja,” tutupnya.(dex)