Jumat, September 30, 2022

Perkumpulan APDESI Pondok Kelapa Gelar Sosialisasi Anti Radikalisme dan Terorisme

Baca selanjutnya

Kupas News, Bengkulu Tengah – Radikalisme adalah suatu sikap yang memaksakan adanya perubahan secara ekstrem yang dilakukan seseorang atau kelompok. Terorisme adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh kelompok radikal dengan melakukan teror dengan mengorbankan nyawa.  kalau paham ini dibiarkan berkembang bisa merusak dan menghancurkan suatu negara.

Demikian diantaranya yang disampaikan Kepala KUA Pondok Kelapa, Imam Setiawan dalam acara sosialisasi anti Radikalisme dan Terorisme yang digelar Perkumpulan Aparatur Desa Seluruh Indonesia (P-APDESI) Pondok Kubang, Selasa, (16/08/2022)

“Kami mengucapkan berterima kasih kepada seluruh peserta yang hadir pada kegiatan pagi hari ini. Saya juga berterima kasih atas kepercayaan untuk memberi pemateri di acara pagi hari ini. Muda-mudahan acara seperti ini terus digalakan agar masyarakat kita terhindar dari paham-paham yang bisa merusak persatuan bangsa” kata Imam.

Imam kemudian menyebut, ciri radikalisme dan terorisme di kalangan masyarakat memiliki banyak bentuk diantaranya; sikap anti pancasila, anti pemerintah dan anti UUD 1945. Sikap ini sering ditemukan di tengah masyarakat yang kemudian berakhir fatal dan bisa merusak keutuhan bangsa.

“Paham radikalisme dan terorisme sekarang sudah menyusup masuk ke dalam ponpes dan lembaga pendidikan lainya untuk menyebarkan paham radikalisme yang dimiliki mereka. Jadi kita harus menyelidiki terlebih dahulu kalau kita mau memasukan anak kita ke dalam lembaga pendidikan atau ponpes tersebut” kata Imam.

Ketua MUI Bengkulu Tengah, H. Tarmizi S.Pdi menyampaikan hal serupa. Ia meminta peran kepala desa dalam memerangi paham radikal dan aksi teroris harus lebih ditingkatkan agar keamanan dan keteriban antar umat beragam tetap terjamin.

“kita harus waspada terhadap paham radikalisme dan terorisme yang ingin berkembang di kecamatan pondok kelapa ini. Tugas kepala desa dan kita semua untuk memastikan paham-paham ini tidak memapar masyarakat kita terutama di Pondok Kelapa” kata Tarmizi.

Ia turut berpesan kepada seluruh kepala desa untuk terus menjaga kondusifitas di tengah masyarakat.

“Kata pepatah orang tua dulu kalau jadi pemimpin itu jangan kaku karena kita ditunjuk untuk bisa menjadi orang yang bisa berhati luas terhadap keluhan atau permasalahan di kalangan masyarakat. Saya mengingatkan kepada seluruh kepala desa kalau ada masyarakat yang menyimpang, dan vokal jangan kita jauhkan tapi kita harus merangkul agar tidak menjadi boomerang” tutup Tarmizi.

Acara ini kemudian diakhir dengan deklarasi anti radikalisme dan terorisme oleh seluruh stake holder se-Kecamatan Pondok Kelapa, diantaranya; Perwakilan Camat Pondok Kelapa, Polsek Pondok Kelapa, MUI Pondok Kelapa, KUA Pondok Kelapa dan 17 kepala desa se-Kecamatan Pondok Kelapa. [*]

Kapolres Mukomuko Imbau Warga Laporkan Peredaran Obat Terlarang dan Miras

Kupas News, Mukomuko - Dalam rangka kunjungan kerja di wilayah hukum Polsek Mukomuko Utara, Kapolres Mukomuko AKBP Nuswanto, Rabu, menggelar Forum Diskusi Situasi kamtibmas...

Forkopimda Sepakat Legalkan Aktivitas Pemungutan Limpasan Batu Bara

Kupas News, Kota Bengkulu - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bengkulu serta Aparat Penegak Hukum (APH) Wilayah Hukum Bengkulu, sepakat mendukung Pemerintah Provinsi...

Polisi Tangkap Wartawan Gadungan Usai Peras Kelompok Tani

Kupas News, Rejang Lebong - Seorang wartawan gadungan mengaku dari media Tribun Tipikor berinisial SE (40 tahun) terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan...

Bengkulu Targetkan Bebas Rabies Tahun 2030

Kupas News, Kota Bengkulu - Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menargetkan provinsi Bengkulu terbebas dari Penyakit Rabies. Penyakit rabies merupakan penyakit yang dapat menular dari...

Bantuan Alsintan Gratis untuk Petani Bengkulu

Kupas News, Bengkulu – Program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu yang sempat terhenti 2 tahun terakhir akibat terjangan pandemi COVID-19 kembali dijalankan. Salah...

Terbaru