illustrasi

illustrasi

Bengkulu, kupasbengkulu.com – Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Provinsi Bengkulu dinilai masih bandel enggan melakukan Keluarga Berencana (KB) dibandingkan nelayan dan petani.
Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Perwakilan Bengkulu, Iskandar.

Data survei menunjukkan untuk pegawai atau PNS menggunakan KB berupa kontrasepsi dan lainnya hanya 53 persen jauh di bawah nelayan dan petani sebesar 75 persen.

“PNS ini masih bandel ternyata padahal negara hanya menjamin dua anak,” kata Iskandar.

Ia juga sebut secara mayoritas kelompok penyokong partisipasi KB tertinggi justru berada di kelompok menengah ke bawah, yakni nelayan, petani dan juga buruh.

“Kalau kelompok menengah ke atas justru partisipasi KB nya rendah,” urainya.

Sementara laju sensus penduduk di Bengkulu di tahun 2010 sebesar 1,67 persen. Saat ini jumlah penduduk Bengkulu dari proyeksi sekitar 1,8 juta jiwa versi BPS.

Berdasarkan proyeksi itu, diperkirakan pada 2035 pangan Bengkulu akan terancam impor mengingat alih fungsi lahan pertanian di daerah itu terus menyusut tiap tahunnya.

Menurut Kepala Badan Ketahanan Pangan Bengkulu, Muslih Z, penyusutan lahan persawahan saat ini cukup tinggi.

“Delapan tahun terakhir luas sawah 116 ribu hektare saat ini tinggal 79.800 hektare,” pungkas Muslih.(kps)