petani sait sedang menimbang hasil panen

petani sait sedang menimbang hasil panen

kupasbengkulu.com – Belum adanya pabrik hilir di Bengkulu ternyata sangat berdampak pada harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di provinsi ini.

Hal ini seperti diungkapkan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Bengkulu, Ricky Gunarwan. Menurutnya harga TBS di Bengkulu akan sulit naik jika tidak memiliki pabrik hilir.

“Saat ini Bengkulu hanya memiliki pabrik CPO. Industri hilir seperti pabrik minyak goreng belum ada. Jika sudah tersedia, petani tidak perlu jual ke luar daerah,” kata Ricky, Jumat (12/02/2016).

Dia mengatakan saat ini harga TBS berkisar antara Rp 1000 – Rp 1.100 di tingkat pabrik. Harga itu bisa saja anjlok jika harga pasar dunia turun.

Sementara itu juga salah satu cara yang diyakini dapat membantu para petani sawit adalah dengan direalisasikannya program Biodiesel 20 persen atau B20, yang mana telah diluncurkan oleh pemerintah pusat.

“Program B-20 ini diyakini akan membuat harga sawit stabil. Hal itu disebabkan ketergantungan terhadap pasar ekspor bisa dikurangi,” kata Ricky.

Program B20 ini diterapkan untuk mengurangi emisi karbon, serta menghemat devisa.

“Penerapan program ini bisa menghemat devisa hingga miliaran dollar setiap tahunnya. Implementasi program B-20 sudah dilaunching pada awal bulan ini. Tinggal lagi menunggu penerapannya di lapangan,” demikian Ricky.

Penulis: Valentina Alfarani