Bengkulu Tengah, kupasbengkulu.com – Musim kemarau berkepanjangan membuat puluhan hektare sawah petani di Desa Kembang Seri dipastikan gagal panen karena tak memiliki air.

Kini hamparan sebanyak 50 hektare lahan sawah sudah retak-retak dengan kedalaman 5 cm dan lebar 2 cm. Hal ini membuat padi yang baru saja berumur 2 bulan sudah mulai rusak. Jika dalam 2 minggu ini tidak ada curah hujan maupun langkah lain dari dinas Pertanian Benteng maka. Sebanyak 41 petani sawah gagal panen.

Susilawati (50) petani setempat mengungkapkan jika baru pertama kali ini akibat musim kemarau,lahan pertanian miliknya dan petani lain mengalami retak-retak.

“Saat tanam dua bulan lalu air masih ada, tetapi pasca tanam kemarau melanda. Hal ini membuat dirinya dan petani lain tak dapat berbuat apa-apa, hanya melihat hamparan padi yang kini sudah layu dan mati. “Aku dak pacak apo-apo. Padahal aku disini garap sawah orang dengan bagi tiga hasil. Berharap hasil panen tahun ini bisa untuk bayar hutang dan untuk makan. Tapi hal itu hanya tinggal bayangan saja. Sebab jika seminggu lagi dak ujan maka dipastikan padi tak akan berbuah, meskipun ada tetapi tidak ada isinya,”jelas Susilawati.

Susilawati menjelaskan jika pada bulan September mendatang. tidak tahu bagaimanakah hasil panen kali ini. Jika panen sebelumnya dirinya bisa panen padi hingga 100 kuintal padi. tapi kayaknya itu tak dapat dinikmati lagi untuk panen kali ini.

“Mohon pikirkan nasib petani, jika sumur bor tersebut rusak, segera perbaiki, jika ada masalah segera selesaikan, petani sangat butuh air,” ujar Susilawati.

Penyuluh pertanian setempat Endang mengungkapkan jika cuaca saat ini dirinya tidak bisa berbuat banyak. Ini bukan menakuti, jika dalam 2 minggu ini lahan persawahan ini tidak ada air baik itu curah hujan, maupun sumur bor yang dibangun persis di areal persawahan ini, maka sudah dipastikan petani tidak bisa panen.

Endang menambahkan jika panen sebelumnya dari total lahan pertanian 50 hektar ini diperkirakan lebih kurang 200 ton padi bisa dihasilkan, tetapi jika melihat kondisi saat ini tentu hal itu akan mustahil untuk didapat, tetapi dirinya optimis, akan ada keajaiban untuk itu, semua pihak bahu membahu untuk membantu agar para petani terbantu.”Panen lalu memang kisaran 200 ton padi dihasilkan, musim kemarau ini luar biasa parah, jumlah tersebut akan sulit dicapai pada bulan September ini.(adk)