Cik Dayok

kupasbengkulu.com, Bengkulu Tengah – Perempuan ini bernama Cik Dayok (56), semasa kecil dia pernah merasakan hidup normal seperti bocah Desa Sukarami, Kecamatan Taba Penanjung lainnya, yang bisa berlari kesana kemari.

Disaat berusia 3 tahun, tiba-tiba tubuh Cik Dayok mengalami demam panas, dan oleh orang tuanya dibawa berobat ke mantri untuk disuntik.

Tapi entah kenapa, setelah itu tubuh Cik Dayok mulai terasa lemah. Bahkan diusia 12 tahun, dia mengalami lumpuh, seluruh tubuhnya terasa kaku, dan tidak bisa digerakkan.

Semenjak itu pula, Cik Dayok hanya terbaring lemah di tempat tidur, tidak bisa merasakan keceriaan layaknya bocah kampung yang lainnya, hingga usianya sekarang 56 tahun.

Saat kedua orang tuanya meninggal, Cik Dayok tetap tegar, dan lebih memilih tinggal sendiri di Gubuk Kecil dengan ukuran 3×4 meter, yang berdinding dan berlantaikan papan.

“Tinggal sendiri di sini (gubuk), itu atas maunya dia, saat itu kami saudara-saudaranya bergotong royong membuat gubuk ini, dan atap seng ini dibeli dari uangnya dia, hasil dari bantuan orang-orang yang ia kumpulkan,” tutur adik bungsu Cik Dayok yang bernama Masirun (42).

Rumah Cik Dayok

Memang, dia tidak ingin menyusahkan saudara-saudaranya, walau kenyataan yang ada malah sebaliknya. Namun semua saudaranya tidak merasa disusahkan, karena ini sudah nyata.

Dibalik kelumpuhan yang menahun itu ada sedikit kisah menarik, dimana saat menjelang subuh, seluruh anggota badan Cik Dayok bisa digerakkan, bahkan bisa bergeser-geser walaupun sedikit. Namun saat matahari mulai menjulang, tubuh Cik Dayok kembali kaku.

“Iya, saat subuh dia bisa gerakkan anggota badannya, bahkan bisa bergeser walaupun sedikit. Tapi bila matahari mulai naik, tubuhnya kembali lumpuh semua,” ujar Masirun mengisahkan kejadian itu.

Masirun yang biasa di panggil Ilul ini, juga mengharapkan ada perhatian dari pemerintah, setidaknya berupa bantuan seperti kursi roda yang pernah dijanjikan Dinas Sosial Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) beberapa tahun yang lalu.

“Tujuannya tidak lain, hanya ingin melihat, dan mengajak ayuk kami ini biar bisa keliling dan merasakan keadaan di sekitar rumah, bukan hanya bisa melihat dari celah-celah papan rumah,” kata dia penuh harap.(dod)