kupasbengkulu.com – Pada bulan September 2015, Kota Bengkulu mengalami deflasi sebesar 0,22 persen. Berdasarkan pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) di 82 Kota di Indonesia, bulan September 2015 ini ada 46 kota yang Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami inflasi, dan 36 kota mengalami deflasi.

“Perkembangan harga barang dan jasa di Kota Bengkulu selama bulan September 2015 secara umum tercatat mengalami penurunan. Angka ini jauh lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 1,99 persen,” ujar Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Dodi Herlando, Kamis (01/09/2015).

Dodi mengatakan Kota Bengkulu menempati urutan ke-61. Kota dengan IHK yang mengalami inflasi tertinggi adalah Merauke dengan besaran 1,38 persen, inflasi terendah terjadi di DKI Jakarta sebesar 0,01 persen. Sedangkan kota yang mengalami deflasi tertinggi adalah Sibolga dengan besaran -1,85 persen dan deflasi terendah di Maulaboh sebesar -0,02 persen.

“Deflasi Kota Bengkulu September 2015 terjadi hanya pada 2 kelompok pengeluaran, yakni kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan, serta kelompok bahan makanan,” katanya.

Besaran pada masing-masing kelompok antara lain kelompok bahan makanan sebesar -0,06 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,87 persen.

Sementara kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,01 persen, kelompok sandang sebesar 0,20 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,43 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,53 persen, dan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar -2,19 persen.

“Masing-masing kelompok pengeluaran memberikan andil inflasi, antara lain kelompok bahan makanan -0,02 persen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,14 persen. Perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,0013 persen, sandang 0,01 persen, kesehatan 0,43 persen,” jelasnya.

“Sementara pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,53 persen, serta kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan -0,42 persen,” tutup Dodi. (val)