fghgfhfh

Gedung Aset Pemprov Bengkulu yang dipakai perorangan dan tanpa masuk PAD provinsi. Dapatkah ini dilakukan?

Kupasbengkulu.com. Bengkulu-Pemimpin perusahaan percetakan di Jalan Basuki Rahmat Kota Bengkulu, Sobary mengakui kalau dirinya memakai aset pemerintah provinsi selama tiga tahun lebih, atas izin lisan dari Plt Sesdaprov Sumardi.

Alasannya dirinya meminjam gedung milik pemerintah daerah tersebut, hanya ingin menyelamatkan aset pemerintah saja. “Sebelumnya saya ini membangun usaha sejak tahun 2003, datang ke Bengkulu, merasa prihatin”, kata Sobary yang ditemui di kantornya, Jalan Basuki Rahmat, eks Semarak Bengkulu.

Prihatin apa? Bukankah anda bukan pihak yang bekompeten untuk menyelamatkan aset pemerintah? Prihatinnya begini, awalnya saya ingin menegahi sengketa antara perusahaan Jakarta, PT Bali Citra dengan pemerintah Provinsi Bengkulu, dalam soal pembelian mesin cetak.

Pihak PT Bali Citra itu merupakan pihak teraniaya yang dilakukan Pemprov Bengkulu. Langakah dirinya Itu atas permintaan Pak billy, pihak PT Bali Citra. Karena saya juga orang percetakan, makanya saya ambil alih, karena mesin sengketa itu punya potensi untuk dikelola. Tentunya dengan catatan kalau dirinya diberi izin memakai gedung eks Koran Harian Semarak, Harian Berita Marlborough, depan kantor Kanwil Depag provinsi.

Apalagi saat itu gedung yang tidak terawat kata Subary. Sebelum dirinya memakai gedung, dirinya juga sempat dihubungi oleh pihak koran Berita Marlborough yang juga memang tidak jelas.

“Kombes (Sumardi) sebagai Ketua Penertiban Aset, dia bilang aset ini terbengkalai dan sempat dikelola oleh orang yang tidak jelas. Maka saya bilang, untuk memutus mata rantai antara sengketa PT Bali Citra dengan Pemprov Bengkulu, mesin itu kita beli, dengan catatan saya dikasih tempat, gedung ini”, cerita Sobary

Sobary yang tampak bingung tersebut sempat aneh dan bertanya, kok ada pihak yang tahu kalau dirinya membeli mesin yang anggaran pembelian dari Pemprov Rp 5,5 miliar tersebut, dibelinya Rp200 juta saja. “Saya juga bingung kalau ada yang tahu saya beli mesin cetak itu, padahal hanya beberapa orang saja yang tahu”, katanya.(bb)