Wagub Bengkulu, Rohidin Mersyah

Wagub Bengkulu, Rohidin Mersyah

kupasbengkulu.com – Pada bulan Januari 2016, diketahui Bengkulu mengalami inflasi sebesar 0,67 persen. Diakui Wakil Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, kondisi inflasi Bengkulu memang masih lebih tinggi dari rata-rata Sumatera.

“Upaya pengendalian yang kita rekomendasikan salah satunya agar pembahasan APBD perubahan, baik pengesahan maupun pelaksanaan harus tepat waktu. Karena belanja pemerintah ini akan sangat menentukan dinamika ekonomi daerah,” terang Wagub, Rabu (30/03/2016).

Dia mengatakan terkait upaya memacu pertumbuhan ekonomi lokal, menurutnya keharusan mengonsumsi pangan lokal juga benar-benar akan menjadi sebuah kebijakan yang menyeluruh di instansi pemerintah, baik di tingkat provinsi, kabupaten/ kota, maupun instansi vertikal.

“Masyarakat kita memang harus dibudayakan untuk mengonsumsi pangan dari daerah kita sendiri. Langkah sederhana, namun tanpa kita sadari ini akan memberikan pengaruh yang besar nanti,” katanya.

Kemudian, terhadap komoditas yang sangat berpengaruh terhadap inflasi di Bengkulu, yakni beras, cabai, serta ayam dan telur, akan ditingkatkan produksinya sehingga kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi dari hasil produksi lokal sendiri.

Pemerintah daerah bersama Bulog akan mengupayakan agar hasil produksi beras Bengkulu yang ada di kabupaten/ kota tidak ke luar daerah. Artinya bisa dikonsumsi dan disalurkan kembali ke wilayah Provinsi Bengkulu.

“Untuk cabai, kita minta Dinas Pertanian untuk kerja ekstra dalam mengurus efisiensi dan ketepatan waktu tanam sehingga cabai tak lagi langka. Demikian juga dengan produksi ayam dan telur, ini harus dipacu pertumbuhan peternakan di Bengkulu agar setidaknya 80 persen kebutuhan ini terpenuhi dari sini,” demikian Wagub. (val)