Tanpa Pelapis Tebing

KUPASBENGKULU.com, BENGKULU TENGAH – Saat ini, warga penghuni rumah di sepanjang jalan lintas negara Desa Tanjung Heran Kecamatan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), khawatir proyek pelebaran jalan berdampak buruk, lantaran dinilai bisa memicu bencana longsor. Tanah pinggir jalan lintas sudah digali beberapa meter hingga ke tebing jalan, namun tidak langsung dibangun pelapis tebing.

Husin warga Tanjung Heran, mengaku pembongkaran tanah di sebelah kanan jalan dari arah Bengkulu ini, bisa mengakibatkan longsor. Kebetulan di titik tanah yang digali, pernah terjadi longsor selama musim hujan beberapa waktu.

“Banyak sekali titik longsor di kawasan jalan lintas gunung liku sembilan, dan apabila tak dipasang pelapis tebing memang sangat beresiko terjadi longsor,” terangnya.

Menurutnya, bila terjadi longsor, tanah yang tergerus dari puncak tebing biasa menjangkau rumah warga. Selain itu mengancam keselamatan di jalan raya, dikhawatirkan menghantam pengendara yang melintasi jalan.

Diharapkan, jangan sampai pembangunan ini menelan korban jiwa. Sudah pernah dilihat pelebaran jalan liku sembilan, selalu terjadi longsor apalagi di saat musim hujan dengan kondisi tebing tanpa pengaman pelapis tebing.

Tidak hanya di kawasan tebing, rumah yang dekat PDAM, juga ikut resah dengan pelebaran jalan. Seringkali menimbulkan masalah jika lamban ditangani dengan beton. Mengingat saat ini sudah masuk musim hujan yang sering memicu longsor.

“Kalau sdah sampai terjadi longsor, maka seringkali menimbulkan kemacetan arus sampai sangat panjang dan tentu saja menghambat kegiatan banyak orang. Maka dari itu kami harapkan agar pelapis tebing dapat juga dibangun untuk mengatasi terjadinya lonsor,” demikian Husin. (adk)