Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Tiga daerah di Provinsi Bengkulu, yakni Kota Bengkulu, Kabupaten Rejang Lebong, dan Seluma jadi percontohan penanggulangan kemiskinan dan kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta peningkatan kesehatan reproduksi perempuan.

Program yang diusung oleh lembaga Cahaya Perempuan Woman Crisis Centre (WCC) bekerjasama dengan Australian Aid ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi kabupaten lain di Provinsi Bengkulu.

“Program Maju Perempuan Indonesia Untuk Penanggulangan Kemiskinan (MAMPU) ini ditujukan pada area peningkatkan akses kesehatan reproduksi perempuan menjadi lebih baik. Tiga daerah yang dipilih menjadi pilot project ini antara lain Seluma, Rejang Lebong, dan Kota Bengkulu,” ujar Direktur Eksekutif Cahaya Perempuan WCC Bengkulu, Tety Sumeri, Senin (22/02/2016).

Dia mengatakan daerah ini dipilih karena dianggap sebagai kantong-kantong kemiskinan dan feminisasi kepada perempuan. Diketahui Kabupaten Seluma dianggap sebagai salah satu daerah miskin di Provinsi Bengkulu. Kemudian Kota Bengkulu merupakan salah satu penyumbang angka kematian ibu dan bayi tertinggi. Sedangkan Kabupaten Rejang Lebong merupakan daerah dengan angka kekerasan seksual yang terbilang tinggi di Provinsi Bengkulu.

Adapun desa/ kelurahan yang menjadi daerah tujuan percontohan di Kabupaten Rejang Lebong, antara lain Desa Sumber Urip, Talang Benih, Air Meles Bawah, Banyumas, dan Sidorejo. Di Kota Bengkulu yakni Kelurahan Berkas, Pondok Besi, Padang Serai, Sumber Jaya, dan Kandang Mas. Sementara di Kabupaten Seluma yakni Desa Purbosari, Padang Kuas, Talang Tinggi, Talang Prapat, dan Sido Luhur.
“Setidaknya dengan ketiga wilayah pilot project ini menjadi contoh bagi kabupaten lain, karena keterbatasan kita tidak semua daerah dapat dijangkau,” katanya.

Pihaknya berharap dengan program ini nantinya dapat memberikan pendidikan dan penyadaran kepada kelompok perempuan dan laki-laki, khususnya yang masih muda untuk lebih peduli serta mendorong pemerintah setempat dan stakeholder terkait untuk melakukan perubahan kebijakan yang melindungi hak-hak perempuan.

“Kita berharap dengan program ini dapat membantu masalah-masalah penanggulangan kemiskinan dan kekerasan perempuan dan anak di provinsi ini,” pungkasnya.

Penulis : Valentina Alfarani