Aliansi

kupasbengkulu.com, Kota Bengkulu – Diawal tahun 2016 atau sekitar tanggal 5 Januari 2016 DPRD Kota Bengkulu dan Aliansi Mayarakat Kota Bengkulu menggugat Wali Kota Bengkulu akan mengecek langsung surat izin Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan ke Kemendagri.

Ini merupakan hasil akhir hearing antara Aliansi Masyarakat Kota Bengkulu menggugat Wali Kota Bengkulu dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu untuk mengetahui kebenaran sakitnya Wali Kota Bengkulu.

Sehingga di tanggal 5 Januari 2016 tersebut, DPRD Kota Bengkulu yang diketuai langsung oleh Ketua DPRD Kota Bengkulu, Erna Sari Dewi mengajak tujuh orang perwakilan dari Aliansi Mayarakat Kota Bengkulu menggugat Wali Kota Bengkulu ke Kemendagri.

Hal ini bukan tanpa alasan, sebab dari hearing tersebut banyak kejanggalan yang telah ditemuakan oleh Aliansi Mayarakat Kota Bengkulu menggugat Wali Kota Bengkulu dan DPRD Kota Bengkulu. Salah satu yang menjadi sorotan yakni rekam medis dan surat izin dari Kemendagri untuk Wali Kota Bengkulu yang tak profesional.

Namun dalam keberangkatan nantinya, pihak Aliansi Mayarakat Kota Bengkulu menggugat Wali Kota Bengkulu tidak akan menggunakan APBD. Sehingga nantinya mereka akan melakukan penggalangan dana untuk membiayai mereka sendiri.

“Kami akan melakukan penggalangan dana, banyak dari teman kami seperti seniman yang melukis untuk nantinya di jual, atau apabila perlu kami akan mengamen,” kata salah satu kelompok Aliansi Masyarakat Kota Bengkulu menggugat Wali Kota Bengkulu, Melyansori.

Mendengar hal itu, Ketua DPRD Kota Bengkulu, Erna Sari Dewi berinsiatif mengeluarkan dana pribadi. Namun kembali lagi Aliansi Masyarakat Kota Bengkulu menggugat Wali Kota Bengkulu menolak untuk menerimannya.

“Saya akan gunakan biaya pribadi kalau memang kita mau membuktikan kebenarannya. Kalau tidak mau menerimanya dan kalau memang kalian mau mengembalikan uang saya, ya silakan,” ujar Erna.

Dengar tidak ingin merepoti DPRD Kota Bengkulu, Ferry Vandalis yang juga perwakilan dari Aliansi Mayarakat Kota Bengkulu menggugat Wali Kota Bengkulu mengatakan tak akan menerima uang dari Ketua DPRD Kota Bengkulu. Pihaknya akan berusaha sendiri dan seberapa kemampuan yang mereka hasilkan nantinya.

“Kalau memang dana yang tak memungkinkan dan hasilnya sedikit, kami akan memberangkatkan satu orang saja, namun kalau memang ada dana yang lebih maka tujuh orang akan berangkat,” tegas Ferry.(dex)