Wakil Gubernur Bengkulu, Sultan B. Najamudin

Wakil Gubernur Bengkulu, Sultan B. Najamudin

kupasbengkulu.com, bengkulu- Pro kontra rencana penggantian Tugu Kuda Simpang Lima beberapa waktu lalu, lagi-lagi Wakil Gubernur Bengkulu, Sultan Bachtiar Najamuddin, mengungkapkan untuk mengganti tugu yang menjadi simbol Provinsi Bengkulu tersebut.

Menurutnya simbol kuda sama sekali tidak memiliki makna filosofis bagi Provinsi Bengkulu. Lebih baik apabila menggantinya dengan tugu Fatmawati (puteri Bengkulu, penjahit sang saka merah putih) yang megah, atau tugu Fatmawati berdampingan dengan Presiden pertama RI, Soekarno, yang dahulu pernah diasingkan ke Bengkulu sebelum kemerdekaan.

“Tugu Kuda Simpang Lima itu tidak ada filosofinya, kita masih punya opsi lain yang lebih baik, misalnya Fatmawati atau berdua dengan suaminya, Presiden Soekarno,” ujar Sultan, Jumat (18/09/2015).

Dia mengatakan meskipun sempat menjadi pro kontra, namun penggantian simbol tersebut dianggap lebih memberikan keuntungan.

Di bidang pariwisata Sultan juga mengusulkan untuk membuat gerbang kota yang megah untuk menimbulkan kesan menakjubkan saat wisatawan memasuki Provinsi Bengkulu.

Tidak hanya itu, ke depan lokasi wisata Kampung Cina juga akan dihidupkan kembali dengan menambahkan lampu-lampu sehingga lebih gemerlap.

“Lebih baik kita keluarkan uang agak banyak tapi memberikan keuntungan. Kita juga berencana memperbaiki Mess Pemda dan View Tower dan akan dibuat megah,” katanya.

“Kampung cina akan dihidupkan kembali dengan lampu-lampu menyala, dan di malam hari menjadi sentra kuliner. Jadi ketika ada pesawat malam lewat, Bengkulu kelihatan menyala,” harapnya. (val)