Minggu, Mei 22, 2022

Titiek : Dari Masa ke Masa Isu Perempuan Masih Tersisihkan

Baca selanjutnya

Diskusi, Kontribusi, Parlemen Perempuan dalam pembangunan yang di gelar AJI Persiapan Bengkulu, di ruang rapat WCC, Sabtu (5/7/2014).
Diskusi, Kontribusi, Parlemen Perempuan dalam pembangunan yang di gelar AJI Persiapan Bengkulu, di ruang rapat WCC, Sabtu (5/7/2014).

kupasbengkulu.com – Akademisi Universitas Bengkulu (Unib), Dr. Titiek Kartika mengatakan, berdasarkan hasil riset terhadap isu-isu perempuan, ternyata isu perempuan kerap terlupakan. Bahkan, kata dia, isu perempuan kalah dengan isu Nasionalis, dan demokrasi.

“Isu perempuan pada dekade 45 itu kalah dengan isu nasionalisme, lalu zaman reformasi 98. Begitu juga dengan Pilpres 2014 ini isu perempuan, terpinggirkan,” kata Titiek, saat Diskusi, Kontribusi, Parlemen Perempuan dalam pembangunan yang di gelar AJI Persiapan Bengkulu, di ruang rapat WCC, Sabtu (5/7/2014).

Isu perempuan, lanjut Titiek, selalu kalah dengan isu-isu lainnya. Padahal, tambah dia, mengenai isu kepemimpinan perempuan sudah sering dibicarakan ditingkat aktivis maupun ditingkat akademisi. Selain itu, jelas Titiek,
tingkat pendidikan kaum perempuan melalui politik regional perlu dibekali pendidikan. Sebab, tahun 2015 mendatang Indonesia sudah memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

“Di MEA nanti orang Thailand bisa saja mengajar di Bengkulu, artinya keterbukaan informasi dan keterbukaan terhadap SDM, dan itu adalah pendidikan, dan bila kita tidak siap, maka kita akan kalah dalam persaingan,” ujar Titiek.

Secara terpisah, anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Sefty Yuslina, mengaku, telah menyuarakan aspirasi kaum perempuan, khususnya diparlemen.

“Di Parlemen selama ini juga sudah diperjuangkan menganai isu-isu perempuan,” ujarnya.

Disisi lain, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Irna Riza mengatakan, jika KPI memiliki kreteria dan nilai perjuangan untuk kaum perempuan.

“Kita sudah melakukan berbagai diskusi untuk menyuarakan pendidikan kaum perempuan,” jelas Irna.

Ia menjelaskan, isu perempuan telah disampaikan dalam berbagai diskusi sebelum pemilu. Bahkan, tambah Irna, KPI Bengkulu memiliki kiadah-kaidah perjuangan untuk kesetaraan perempuan.

“Berbagai diskusi untuk menitipkan isu perempuan kepada senator perempuan yang terpilih duduk di DPRD, baik itu untuk tingkat satu dan tingkat dua,” terang Irna.

Sementara itu, Koordinator acara, Phesi Ester J menyebutkan, peran media untuk menyuarakan suara kaum perempuan yang khususnya di parlemen sangat dibutuhkan.

“Ini adalah permulaan diskusi mengenai peran perempuan parlemen, yang digagas oleh Aji persiapan Bengkulu dan harapannya adalah untuk ikut berpartisipasi dalam hal perjuangan perempuan,”tutupnya.(gie)

Maraknya Konflik Agraria, Dempo Xler Menilai Hukum Tidak tegak

Kupas News, Bengkulu – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Dempo Xler turut bersikap atas maraknya konflik agraria yang terjadi di wilayah Provinsi Bengkulu....

Ketua Dewan Supriyanto Dampingi Helmi Hasan Terima Penghargaan WTP dari BPK

Kupas News, Kota Bengkulu – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu berhasil mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pengawas Keuangan (BPK) atas laporan keuangan...

ARGA Gelar Halal Bihalal Bertajuk Mendukung Pers Bersatu Membangun Negeri

Kupas News, Mukomuko – Aliansi Remaja Gemar Aktifitas (ARGA), Kamis (19/05) menggelar acara Halal Bihalal dan Silaturahmi bertajuk “Mendukung Pers Bersatu Membangun Negeri” di...

Sera dan Joan Bakal Jadi Kado Spesial JMSI di HUT Kabupaten Seluma

Kupas News, Seluma - Dalam Rangka Memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Seluma yang ke-19, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Seluma mempersembahkan kado Spesial...

Posisi Penting Indonesia pada Kerentanan Kawasan dan Konflik Global

Kupas News, Artikel - Bulan Mei adalah bulan penting dalam kalender politik bangsa Indonesia. Pada bulan ini kita merayakan hari kebangkitan nasional sebagai momentum...

Terbaru