KUPASBENGKULU.com, KOTA BENGKULU – Tingginya permintaan daging jelang bulan puasa Ramadhan dikhawatirkan dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab. Oleh sebab itu Kepala Dinas Pertenakan, Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kota Bengkulu, Matriani Amran meminta masyarakat waspada membeli daging.

“Dari pengalaman sebelumnya, jelang puasa atau jelang lebaran konsumsi daging meningkat. Sejauh ini kita belum menemukan adanya daging gelonggongan. Tapi diharapkan masyarakat lebih teliti membeli daging dimana pun,” kata Matriani Amran.

Dalam waktu dekat pihaknya bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota akan menjadwalkan razia rutin memantau daging sapi ini di tiap pasar tradisional. Tujuannya tak lain adalah untuk melindungi konsumen.

“Kalau ada daging gelonggongan maupun daging yang mencurigakan bisa dicegah untuk bisa masuk pasar dari awal,” ungkapnya.

Sambung Matriani, monitoring dan razia terhadap keberadaan daging melalui proses pemeriksaan daging diawasi mulai dari rumah ternak hewan hingga proses distribusi di pasar yang ada di Kota Bengkulu.

“Selain kemungkinan penggunaan bahan berbahaya, pemeriksaan pada daging sapi adalah pengecekan kadar air atau PH. Untuk mengantisipasi daging bermasalah, berpenyakit, termasuk gelonggongan,” ujarnya.

Matriani meminta warga segera melaporkan ke Dinas Pertenakan apabila menemukan adanya daging yang tidak layak konsumsi.

“Kami akan tindak tegas jika terbukti ada daging gelonggongan itu sangat tidak sehat. Makanya kami berharap tetap saling koordinasi. Kami mengharapkan adanya laporan dari masyarakat jika menemukan hal yang mencurigakan,” tuturnya.

Sementara penjual daging sapi di kawasan Pasar Tradisional Modern (PTM) Pasar Minggu Yanti (43) menuturkan, permintaan daging di masyarakat seminggu terakhir ini sangat tinggi, apalagi ketika masuk bulan puasa nanti.

“Biasanya kalau kita jual daging 20-30 kg sehari selalu habis. Sudah tradisinya bulan puasa hingga Lebaran nanti, permintaan daging sapi itu tinggi. Harganya satu kilogram sekarang masih Rp 100 ribu,” demikian Matriani.(dex)