Uang kecil untuk lebaran

kupasbengkulu.com – Apa yang terlintas dalam fikiran Anda bila mendengar kata “Tuyul”. Di Indonesia tuyul sudah menjadi mitos di kalangan masyarakat, yang dikenal sebagai mahkluk gaib pencuri uang dan perhiasan.

Dari beberapa sumber, kata “Tuyul” berasal dari bahasa Jawa, “Thuyul” yang berarti makhluk halus berwujud seperti anak kecil atau manusia kerdil dengan bagian kepala gundul. Selain itu tuyul juga kerap digambarkan memiliki warna kulit agak keperakan, serta dipercaya memiliki masyarakat pemimpin, dan bersuara seperti layaknya anak ayam. Tuyul juga kerap dipercaya dapat dipekerjakan oleh manusia untuk mencari harta benda berupa uang. Namun, benarkah tuyul benar-benar ada?

Salah seorang warga di kawasan Timur Indah, Kecamatan Singaran Pati Kota Bengkulu, Hayati mengungkapkan, akhir-akhir ini cenderung beranggapan ada tuyul yang berkeliaran di rumahnya. Pasalnya, kejadian kehilangan uang didalam dompetnya terjadi secara berturut-turut dalam kurun waktu dua minggu terakhir.

“Awalnya saya tidak berfikir tentang tuyul, bisa saja adik saya yang mengambil uang itu. Memang maling sulit ada yang mengaku, jadi saya fikir adik saya yang ambil uang itu. Tapi suatu sore saya baru pulang kerja, tas dan dompet saya taruh di kamar dan saya pergi ke dapur. Saat itu tidak ada ada orang lain dirumah, waktu saya ke kamar lagi dan mengambil dompet untuk membeli keperluan dapur, uangnya sudah hilang,” cerita Hayati, Kamis (25/9/2014).

Ia juga menceritakan hal yang sama juga terjadi di hari-hari berikutnya, saat bangun tidur dan membuka dompet ternyata uangnya sudah hilang separuh. Padahal sebelum tidur ia menyiapkan uang tersebut untuk membayar kuliah esok harinya, pintu kamar pun terkunci rapat.

“Saat uang hilang, memang tidak semuanya diambil, selalu ada sisanya di dalam dompet. Yang paling parah terjadi hari ini, hanya uang Rp 2.000 yang ditinggalkan didalam dompet,” tambah Hayati.

Terpisah, terkait keberadaan tuyul tersebut Ustad Dani Hamdani berpendapat tuyul merupakan istilah yang berkembang di masyarakat, namun makhluk gaib tersebut adalah jin.

“Jin itu kan ada yang baik dan ada yang jahat, nah yang suka mengambil uang itu adalah jenis jin yang jahat,” ungkap Dani.

Menurut Dani ia sendiri belum pernah menemui keberadaan jin jahat pencuri uang itu, namun memang pernah terjadi di kalangan kerabat dan kenalannya. Untuk menghindari aksi jin jahat pencuri uang itu salah satunya dengan membaca doa perlindungan.

“Doa perlindungan dari jin itu ada dua, yang pertama Surah Al-Falaq adalah surah ke-113 dalam Al-Qur’an dan Surah An-Nas yang merupakan surah terakhir atau ke-114 dalam al-Qur’an. Silakan dibacakan surah itu, Insya Allah jinnya tidak kembali lagi,” demikian Dani. (beb)