siswa SMPN 12 Kota Bengkulu menggelar simulasi penyelamatan gempa bumi

siswa SMPN 12 Kota Bengkulu menggelar simulasi penyelamatan gempa bumi

kupasbengkulu.com – Para siswa SMPN 12, Kota Bengkulu, pagi itu sekitar pukul 09.30 WIB, Jumat (26/9/2014) tampak serius belajar, suasana hening tercipta, sesekali para guru tampak memberikan bimbingan dan arahan dalam proses belajar.

Suasana khusyu dan hening belajar pagi itu secara mengejutkan dipecahkan oleh raungan sirene panjang. Kontan saja, ratusan siswa di dalam kelas beserta para guru berhamburan ke luar, beberapa siswa tampak berusaha mencari perlindungan di bawah meja.

Tampak pula beberapa siswa melindungi kepala mereka dengan tas dan buku sambil berlari menuju lapangan sekolah.

Tidak sampai disitu, raungan sirine kedua kembali terdengar panjang, para siswa dan guru semakin ramai memadati lapangan sekolah, tampak wajah dan suasan menjadi menegangkan, gempa besar terjadi!

Setelah mereka berkumpul, secara teraut para siswa itu mengikuti rambu penunjuk jalan menuju titik berkumpul di luar sekolah berjarak sekitar 500 meter, di titik kumpul inilah mereka mendapatkan instruksi lanjutan mengenai penyelamatan bencana dari gempa bumi dan tsunami.

Drama penyelamatan bencana gempa bumi dan tsunami tersebut berlangsung secara sukses yang digelar oleh SISwa SMPN 12, Kota Bengkulu.

“Kegiatan ini rutin dilakukan oleh sekolah kami setiap tanggal 26, ini merupakan simulasi untuk membiasakan para siswa bila terjadi bencana gempa bumi dan tsunami, maklum sekolah kami di tepi pantai rawan,” kata Wakil Kepala Kesiswaan SMPN 12 Kota Bengkulu, Sugeng, Jumat (26/9/2014).

Ia mengatakan kegiatan tersebut telah dilakukan sejak satu tahun lalu sejak sekolah tersebut ditunjuk sebagai sekolah siaga bencana oleh BNPB dan BPBD.

“Kegiatan ini meski rutin dilakukan tapi masih ada para siswa dan guru yang kaget karena mereka lupa jika tanggal 26 selalu ada latihan simulasi penyelamatan gempa bumi,” tambahnya.

Salah seorang siswa ahmad Zubairi mengaku kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi para siswa sebagai bentuk melatih penyelamatan diri bila terjadi gempa bumi sungguhan.

“Ini melatih kami selalu siaga dan waspada,” jelasnya.

Kegiatan rutin ini terkadang membuat warga sekitar sekolah terkejut melihat ratusan siswa berlarian dari sekolah menuju tanah lapang sebagai titik kumpul yang sebelumnya telah disiapkan oleh pemerintah setempat. (kps).