Ilustrasi Jalan Rusak

Lebong, kupasbengkulu.com – Tak terawatnya jalan provinsi yang ada di Kabupaten Lebong semakin mempriatinkan. Pasalnya sejumlah titik ruas jalan sudah dalam kondisi kritis, bahkan titik tersebut ada di pusat kota dan padat lalu lintas.

Melihat kondisi ini, Bupati Lebong H Rosjonsyah menginstruksikan dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk memperbaiki titik-titik jalan Provinsi yang sudah sangat kritis. Tercatat, sejauh ini ada 4 titik jalan yang terletak dekat pusat kota yang saat ini sudah di perbaiki oleh Dinas PU Lebong.

Kepala Dinas PU, Eddy Ramlan melalui Kabid Bina Marga, Doni Swabuana mengatakan langkah yang diambil Dinas PU ini sesuai dengan instruksi Bupati Lebong untuk segera memperbaiki jalan tersebut karena tidak jelasnya Pemerintah Provinsi dalam merawat jalan Provinsi yang ada di Lebong.

“Sesuai dengan instruksi Bupati, keempat titik jalan yang kondisinya sudah kritis akhirnya kita perbaiki. Empat titik itu terletak di Kelurahan Amen, Desa Kampung Terendam, Simpang Tiga Kampung Terendam dan yang terakhir Depan Puskesmas Pasar Muara Aman,” terang Doni.

Kemudian, Doni membeberkan dana yang digunakan unrtuk memperbaiki empat titik jalan tersebut bersumber dari dana pemeliharaan Dinas PU Lebong.

“Total panjang jalan yang kita perbaiki sepanjang 130 meter dan dananya bersumber dari dana Pemeliharaan DInas PU Lebong,” imbuhnya.

Menariknya, Doni menyayangkan sikap Pemprov yang seolah-olah tidak serius dalam merawat jalan Provinsi yang ada di Kabupaten Lebong. Dikatakannya dari 126 Km jalan Provinsi yang ada di Lebong sepanjang 130 Km atau 81 persennya jalan rusak.

“Hampir setiap tahun APBD pemprov Bengkulu untuk jalan propinsi di Lebong hanya mengakomodir 1,1 Km. Termasuk jalan tahun 2015 ini. Kalau pola penganggaran APBD pemprov untuk jalan Lebong terus seperti ini dengan kondisi kerusakan 103 Km saat ini. Maka di butuhkan 100 tahun alias 1 abad untuk membenahi jalan Propinsi yang ada di Lebong. Itupun dengan cacatan jalan yang sudah di bangun tidak boleh di injak dulu sampai 100 tahun,” tegas Doni.(spi)