LONGSOR DI LEBONG

Lebong, Kupasbengkulu.com- Pemerintah daerah melalui Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Lebong, terus berupaya melakukan pembenahan terhadap kondisi tanah tebing Desa Talang Ulu, yang kerap mengakibatkan terganggunya akibat tanah longsor.

Hal ini membuat pengendara yang melintasi jalan harus ekstra hati-hati, karena jika tidak akan beresiko jatuh, akibat jalanan sangat licin. Kondisi ini tak pelak menjadi keluhan beberapa PNS yang setiap harinya melintasi jalan tersebut, terutama perempuan yang menggunakan sepeda motor.

“Setiap hari harus melewati jalan ini. Jalan yang penuh dengan uji nyali,” keluh Nani, seorang PNS Pemda Lebong.

Kepala Dinas PU Lebong Ir Eddy Ramlan melalui Kabid BM Donni Swabuana ST mengatakan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Lebong menargetkan setidaknya dalam dua bulan kedepan kondisi Tebing Talang Ulu Kecamatan Lebong Utara, baru bisa normal kembali.

Itupun jika memang cuaca alam mendukung selama proses kegiatan yang dilakukan pihak ketiga. Karena kondisi yang ada saat ini sangat mengkhawatirkan pengguna jalan, khususnya pengendara yang melintas di jalur tersebut.

“Jalan tersebut merupakan jalan utama yang padat di lintasi lalulintas. Sehingga, dengan kondisi yang ada saat ini, akibat bencana Longsor beberapa waktu lalu, tidak memungkinkan terjadinya kemacetan. Untuk itu, dalam pelaksanaan pemotongan tebing ini, tentunya juga harus dimaklumi oleh masyarakat, jika harus mengantri saat melintas,” jelas Doni.

Dalam pelaksanaan pemotongan tanah tebing ini, anggota dan staf juga membantu pengendara, terutama para ibu-ibu yang melintas, takut jatuh karena licin.

“Untuk normalnya, kita upayakan dalam waktu paling lama dua bulan kedepan, Insya Allah segera normal atau minimal sudah aman untuk di lewati jalan tebing Talang Ulu,” terang Donni.

Sejauh ini lanjut Doni, pihak rekanan sudah mulai melakukan pemotongan tebing disepanjang tebing Desa Talang Ulu. Tujuannya untuk mengantisipasi terjadinya bencana longsor hingga material menutupi badan jalan, yang mengakibatkan terganggunya aktifitas lalulintas.

Penulis : Rendra Sutanto