JAKARTA – Satgas Haji Polri terus memperkuat pengawasan selama musim haji 2026 guna mencegah praktik keberangkatan non-prosedural, penyalahgunaan visa hingga penipuan calon jemaah.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni menggagalkan keberangkatan 32 warga negara Indonesia (WNI) calon jemaah haji non-prosedural di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jumat (15/5/2026).

Pencegahan dilakukan Polresta Bandara Soekarno-Hatta bersama Kantor Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta setelah ditemukan indikasi penggunaan jalur perjalanan yang tidak sesuai ketentuan.

Dari hasil pemeriksaan awal, para calon penumpang mengaku akan melakukan perjalanan wisata menuju Provinsi Hainan, Republik Rakyat Tiongkok melalui penerbangan Batik Air rute Jakarta-Singapura.

Namun, petugas imigrasi menemukan 31 orang membawa visa kerja Arab Saudi jenis single entry dengan masa berlaku 90 hari.

Hasil pendalaman selanjutnya, lima orang mengaku hendak menunaikan ibadah haji melalui jalur tertentu. Sementara sebagian lainnya tetap menyatakan tujuan perjalanan wisata.

Petugas juga menemukan satu orang yang berperan sebagai tour leader sekaligus manajer operasional agen perjalanan Travel FEIGO.

Dalam penanganan kasus tersebut, petugas mengamankan 32 paspor RI, 32 boarding pass penerbangan Jakarta-Singapura, serta 31 visa kerja Arab Saudi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Satgas Haji Polri dibentuk melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga, melibatkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Haji RI, otoritas Bandara Soekarno-Hatta hingga koordinasi dengan otoritas Kerajaan Arab Saudi.

Selain pengawasan di titik keberangkatan, Subsatgas Gakkum Satgas Haji dan Umroh Polri Tahun 2026 juga menangani berbagai laporan masyarakat terkait dugaan penipuan perjalanan haji.

Hingga saat ini tercatat 11 laporan polisi dan 21 laporan informasi ditangani, dengan 13 tersangka telah ditetapkan.

Jumlah korban dalam perkara tersebut mencapai 320 orang dengan total kerugian masyarakat sekitar Rp10 miliar.

Kadiv Humas Polri Johnny Eddizon Isir mengatakan pengawasan haji tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga bentuk perlindungan negara terhadap masyarakat.

β€œSatgas Haji Polri hadir bersama kementerian, lembaga terkait dan otoritas Kerajaan Arab Saudi untuk memastikan warga negara memperoleh kepastian, keamanan dan perlindungan dari berbagai potensi kejahatan,” ujar Johnny.

Ia mengimbau masyarakat tidak mudah tergiur tawaran keberangkatan cepat melalui jalur tidak resmi.

Masyarakat diminta memastikan legalitas travel, jenis visa serta seluruh dokumen keberangkatan sesuai ketentuan pemerintah dan regulasi Arab Saudi agar pelaksanaan ibadah berjalan aman dan lancar.