Pemasangan Tiang Listrik dari kayu
bengkulu selatan, kupasbengkulu.com – Kerusakan Pembangkit Listrik Mikro Hidro (PLTMH) yang menjadi sumber tenaga listrik warga Dusun Pulau Lebar dan warga Trans Simpur Desa Kayu Ajaran Kecamatan Ulu Manna, menyebabkan dua desa tersebut menjadi gelap gulita di malam hari.

PLTMH ini mengalami kerusakan pada kelahar turbin penggerak kincir air untuk menarik dynamo yang menghasilkan daya listrik.

Warga dusun Pulau Lebar, Yukar (45)  dikonfirmasi kupasbengkulu.com, Rabu (23/10/2014), kondisi tanpa sumber energi listrik ini sudah terjadi sejak dua minggu lamanya.

Akibatnya, ujar dia, sebanyak 15 KK warga Dusun Pulau Lebar, dan 40 KK warga Trans Simpur saat ini tanpa dialiri listrik.

“Beberapa hari yang lalu kelaharnya sudah dipesan di Kota Bengkulu , sampai saat ini belum datang. Untuk sementara ini teknisi yang ditunjuk masih berusaha memperbaiki kelahar yang pecah itu, sebelum barang yang dipesan datang,” jelas Yukar.

Lanjut dia, sesuai kesepakatan warga, apabila terjadi kerusakan pada PLTMH itu merupakan tanggung jawab bersama. Barang yang rusak nantinya dibeli dari dana kas yang setiap bulannya dipungut dari warga.

“Per rumahnya dikenakan biaya sesuai beban pemakaian listrik. Kalau hanya lampu dan TV itu dikenakan biaya Rp 20 ribu, dan kalau ditambah kulkas dan peralatan lainnya tentu kapasitas pemakaian listriknya lebih banyak, dan dikenakan beban biaya Rp 50 ribu setiap bulannya,” ungkap Yukar.

Yukar berharap, kepada Pemerintah Daerah Bengkulu Selatan untuk dapat memberikan bantuan tiang listrik.

Sebab menurutnya, tiang listrik yang terbuat dari kayu pancang saat ini umurnya terlalu singkat, paling lama 3 bulan sudah lapuk.

“Kami sangat meendambahkan bantuan tiang listrik dari pemerintah, baik itu terbuat dari beton ataupun dari besi. Kami juga siap kalau pemerintah memberikan bantuan dana untuk membuat tiang listrik sendiri walau hanya terbuat dari tiang cor,” harapnya lagi.(tom)