putus

Salah satu jalan penghubung di Kabupaten Seluma putus akibat diterjang banjir.

Seluma, kupasbengkulu.com – Sekitar 50 meter badan jalan di Desa Selingsingan Kecamatan Seluma Utara, hanyut terbawa arus aliran sungai Selingsingan. Akibatnya, akses jalan sentra produksi yang merupakan jalan penghubung Desa Selingsingan ke desa tetangga lainnya menjadi terputus dan ratusan Kepala Keluarga (KK) terancam terisolir.

“Sebelum jebol badan jalan yang dibawahnya terdapat gorong-gorong. Sebelumnya, mengalami keretakan didua sisi beton pelapis tebing. Namun, diduga karena banyak sampah yang hanyut dan menyumbat gorong-gorong makanya gorong-gorong menjadi jebol. Ini juga berdampak 53 rumah warga yang ada dihilir sungai menajdi terendam air,” kata Kepala Desa Selinsingan Arsyid, Minggu (9/11/2014).

Putusnya jalan penghubung tersebut, lanjut Arsyid, tentunya menghambat aktifitas kalangan petani untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan.

”Jalan ini tidak bisa di lintasi petani yang ingin mengeluarkan hasil pertaniannya,” jelas dia.

Terpisah, Kepala BPBD Seluma Azwardi melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Novery menjelaskan, pihak BPBD telah melakukan kegiatan tanggap darurat terhadap korban banjir tersebut.

“Sudah dilakukan gerakan tanggap darurat dengan memberikan bantuan berupa makanan siap saji, untuk lokasi jalan yang longsor kita bekerja sama dengan pihak kodim,” ujar Novery.

Sementara itu, Dandim 0425 Seluma Letkol. Inf. Yoga Prawira Santika menegaskan, pihak Kodim sudah melakukan pengerukan di badan jalan tersebut guna memperlancar aktifitas warga.

“Sebenarnya tidak ada yang terisolir, itukan jalan alternatif penghubung dua kecamatan yang dihubungkan perusahaan, jalan menuju Kecamatan Ulu Talo bukan di sana,” demikian Yoga.(cee)