Foto : Istimewa

Foto : Istimewa

Bengkulu, kupasbengkulu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan blusukan ke Pasar Panorama Kota Bengkulu, Rabu (26/11/2014) sekitar pukul 09.20 WIB, untuk melakukan dialog langsung dengan para pedagang.

Pengamanan pun diperketat, tampak sejumlah mobil aparat keamanan dan plat merah terus melintas di lokasi Jalan Kedondong, yang biasanya terlihat semrawut oleh para pedagang ‘Pasar Pagi’. Diketahui, sejak dua hari terakhir, Pasar Panorama terus dibersihkan untuk menyambut kedatangan Presiden Jokowi yang akan tiba di Bengkulu pada Selasa (25/11/2014) sore.

Lantas, apa sebenarnya yang diinginkan para pedagang dengan terpilihnya Jokowi sebagai Presiden RI ke tujuh dan dampaknya terhadap kesejahteraan mereka? Apa saja kira-kira yang akan disampaikan para pedagang dalam dialog bersama Jokowi nanti??

Erick, salah seorang pedagang lauk pauk di Pasar Panorama Bengkulu mengeluhkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mengakibatkan kenaikan harga pada beberapa jenis bahan pokok. Disebutkan Erick, dirinya tak berani menaikan harga lauk pauk dagangannya dikarenakan takut merugi. Hal yang sama juga dialami Astriani, pedagang bumbu. Dengan kenaikan harga BBM mengakibatkan ongkos angkutan umum juga ikut naik, sedangkan Astri memiliki empat orang anak yang semuanya masih bersekolah dan memerlukan jasa angkutan umum.

“Saya berharap pemerintahan Pak Jokowi ini lebih enak dari pemerintahan presiden sebelumnya. Kendalanya saat ini dengan kenaikan BBM, harga-harga jadi naik, tapi kami tidak bisa menaikkan harga dagangan kami karena takut merugi,” ungkap Erick.

“Sekarang pengeluaran bertambah karena ongkos angkutan naik. Sedangkan untung yang kami dapat dari berjualan makin sedikit. Kalau kenaikan harga BBM ini memang untuk dialihkan ke subsidi lain, mudah-mudahan kami juga kedapatan untuk biaya hidup, terkhusus pendidikan anak-anak kami agar lebih baik,” sambung Astri.

Sementara, Nur, pedagang cabai, terkait banyaknya relokasi pasar yang sering menimbulkan gejolak di kalangan pedagang, menyebutkan dirinya sangat setuju apabila pasar di Bengkulu, diperbaiki sehingga lebih nyaman, bersih, dan tertata. Hanya saja, jika relokasi dilakukan, pemerintah harus menjamin bahwa para pedagang mendapatkan tempat berjualan sementara hingga relokasi selesai dilakukan. Tidak hanya itu, harus ada jaminan bahwa pedagang nantinya membayar biaya sewa yang murah, karena menurutnya selama ini, hanya pedagang yang memiliki banyak modal yang mampu menyewa kios/ lapak. Sedangkan pedagang kecil terpaksa menumpang di pinggir jalan atau kawasan parkir yang mengakibatkan mereka sering digusur Satpol PP.

“Ingin ada pembangunan, kalau bisa dibuat bagus-bagus seperti yang di kota. Tidak masalah kami dipindahkan selama relokasi, asalkan disediakan tempat sementara selama pembangunan itu berlangsung. Pasar harus lebih bagus dari pada ini, biar pedagang dan pembeli nyaman, dagangan juga bersih dan sehat,” kata Nur.

Tidak hanya di Pasar Panorama, para pedagang di Pasar Minggu Kota Bengkulu, juga mengungkapkan harapannya terhadap Jokowi. Buyung, salah seorang pedagang petai justru meminta agar presiden menaikkan harga getah karet di tingkat petani. Sebelumnya harga karet di Bengkulu berkisar Rp 12 ribu per kilo gram, namun sejak dua bulan terakhir harga terus jatuh hingga di beberapa daerah getah karet hanya dihargai Rp 4 ribu.

“Sejak harga karet jatuh, pembeli kami di pasar juga turun hingga 50 persen, karena sebagian besar pembeli kami adalah petani,” kata Buyung.

Buyung juga menyebutkan agar pemerintah menghentikan pembangunan mall yang menurutnya akan membuat rejeki pedagang kecil seperti dirinya semakin berkurang.

“Saat ini sungguh berat perekonomian, pedagang berkurang, BBM naik, pasrah saja dan terus berjualan. Presiden lebih baik mengunjungi Pasar Minggu dibanding Pasar Panorama karena kondisi pedagang Pasar Minggu seperti tak dipedulikan karena terus tergencet oleh pembangunan mall dan pasar modern,” lanjutnya.

Sementara, Isa, pedagang santan menyebutkan Jokowi itu anugerah Tuhan, karena berasal dari rakyat kecil yang sukses memimpin selama Jokowi menjadi Walikota, Gubernur, hingga terpilih menjadi Presiden. Apabila bertemu dengan Jokowi besok, dirinya tidak ingin menyampaikan apa pun karena ia hanya ingin berfoto bersama Jokowi.

“Saya tidak mau bilang apa-apa dengan Jokowi, saya cuma mau foto,” katanya sambil memperlihatkan spanduk besar kampanye Jokowi terdahulu yang masih dipajang di lapak jualannya. (val)