KRI Todak dan Lemadang tiba di Bengkulu Amankan kedatangan Presiden SBY

KRI Todak dan Lemadang tiba di Bengkulu Amankan kedatangan Presiden SBY

Bengkulu, kupasbengkulu.com – Komandan Pangkalan Angkatan Laut, Bengkulu (Danlanal) Bengkulu Letkol. Laut (P), Amrin Rosihan Hendrotomo menyebutkan pihaknya memberikan ultimatum dua bulan bagi pengguna “traawl” atau pukat harimau untuk menghentikan aktifitasnya.

“Kami berikan ultimatum mereka selama dua bulan untuk berhenti gunakan trawl jika tidak maka akan kami bakar,” kata Amrin, Kamis (11/12/2014).

Sebelumnya sekitar satu bulan lalu terdapat dua peralatan pukat harimau yang ditangkap TNI AL di perairan Bengkulu lalu dimusnahkan dengan cara dibakat. Ia menyatakan menurut data intelijen yang dimilikinya terdapat tidak kurang 50 kapal pencari ikan menggunakan pukat harimau di perairan Bengkulu.Pihaknya telah beberapa kali mengumpulkan nelayan tersebut untuk diberi nasihat dan ultimatum menghentikan aktifitas penangkapan.

“Kami melakukan pendekatan persuasif selama dua bulan, jika mereka tak berhenti menangkap gunakan pukat harimau maka berdasarkan perintah pimpinan tertinggi angkatan laut peralatan mereka akan kami bakar dan diproses secara hukum,” tegasnya.

Ditanya mengapa harus menunggu dua bulan, ia menyatakan berdasarkan pertimbangan aspek kemanusiaan karena menurutnya mayoritas pengguna alat tangkap pukat harimau di daerah itu merupakan nelayan setempat dan nelayan kecil.

Sebelumnya, dalam kunjungan Presiden Joko Widodo ke Bengkulu belum lama ini, ia menginstruksikan agar TNI AL, Polda segera membasmi aktifitas penangkapan ikan menggunakan pukat harimau di daerah itu.

Keluhan maraknya aktifitas pukat harimau di Bengkulu muncul dari para nelayan kecil di Bengkulu. Menurut mereka kehadiran pukat harimau membuat hasil tangkapan mereka menurun dan merusak terumbu karang.(kps)