Helmi okeee

Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan

Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan dicecar 60 pertanyaan dari penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu, terkait dugaan penyelewengan dana Bantuan sosial (Bansos) tahun anggaran 2012 dan 2013, Rabu (21/01/2015).

Menurut Wali Kota Bengkulu yang ditemui kupasbengkulu.com, saat keluar dari pemeriksaan Kejari Bengkulu, ia diperiksa, masih seperti pemeriksaan sebelumnnya. Penyidik masih mempertanyakan soal proses penganggaran Bansos.

”Sebagai warga negara yang baik kita dimintai keterangan sebagai saksi harus menyempatkan waktu. Pemeriksaan ini masih seputar proses penganggaran Bansos. Rencananya hari ini 60 pertanyaan diberikan, tadi baru sekitar 30 pertanyaan dan setelah salat Asyar baru kita lanjut,” kata Helmi.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait ucapan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bengkulu Wito soal jawaban yang diberikan oleh Helmi selalu berbelit-belit, Helmi menjawab, bahwa banyak dari pertanyaan tersebut yang ia tak pahami. Pasalnya, ia hanya menjawab apa yang ia ketahui.

”Soal apa silakan saja, pertanyaan soal apa? Kalau memang saya tidak memahami, masa saya harus jawab. Sebagai saksi itukan menjawab apa yang diketahui, dipahami dan dilihat kalau saya tidak ketahui tidak melihat terus saya jawab itu keliru gak saya?,” jelasnya.

Selain itu, Helmi juga menjelaskan, hal ini perlu alat bukti yang memberatkan sehingga tidak hukum yang se pihak.

”Nantikan kita lihat. Nantikan ada alat bukti memberatkan siappun berhak ditetapkan sebagai tersangka, dan itu tidak jadi persoalan, tetapi yang kita lihat harus transparan, jangan sampai sesuatu yang tidak dalam kontek hukum,” ucap Helmi.

Diharapkannya, Kejari Bengkulu secepatnya untuk menyelesaikan kasus ini dan ia mendukung pemeriksaan yang dilakukan Kejari. Pasalnya, sebagai kepala daerah, banyak tugasnya harus diselesaikan.

”Sesuai dengan fungsi sebagai kepala daerah saya diundang di sini sebagai kepala daerah bukan sebagai kepala keluarga. Saya harap sesegera mungkin diselesaikan pekara ini karena pekerjaan kepala daerah sangat banyak dan saya bertanggung jawab terhadap masyrakat,” demikian Helmi.(dex)

(Baca juga : Wito : ‘Jadikan Tersangka Kepala Daerah Apa yang Kita Takuti’)