Pelaku Perampokan
KUPASBENGKULU.com, KOTA BENGKULU – Alasan karena perlu biaya untuk berobat sakit paru-paru, bapak dua anak berinisial Aa (31) membunuh seorang sopir travel Yuriadi (47) warga Jalan Korpri 12 RT 16 RW 3 Kelurahan Bentiring Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu ditemukan Jumat 10 April 2015 dan mengambil mobil Kijang Inova BD 1376 AR.

Pelaku diringkus di kediamannya di Padang Tepong Kabupaten Empat Lawang berdasarkan keterangan dari salah satu rekannya yang telah di ringkus sebelumnya oleh oleh anggota Subdit Jatanras Dit Reskrimum Polda Bengkulu berinisial MED alias De (33) warga asal Sekayu Sumsel yang tinggal di Air Sebakul RT 4 Kelurahan Sukarami Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu.

“Saya merampok untuk berobat sakit paru-paru yang saya derita selama ini dan hasil penjualan mobil kami hanya dapat Rp 25 juta bagi lima orang sekitar Rp 5 juta seorang,” kata Aa.

Saat melakukan aksi perampokan tersebut, Aa sendiri berpura-pura sebagai seorang penumpang bersama dengan satu orang pelaku lagi yang masih buron berinisial LW, Zu dan Mo serta MED. Sewaktu itu, MED, Aa dan LW pertama naik mobil korban, menuju ke Lampung, Sebelum sampai di Pagar Alam, atau tepatnya saat tiba di Muara Pinang naik lagi dua rekan pelaku berinisial Zu dan Mo.

Kemudian, tepat di sawangan dan kebun kopi di Desa Lubuk Tanjung Kecamatan Muara Pinang, Lw yang duduk di sebelah sopir sementara empat lainnya termasuk De duduk di kursi tengah di belakang sopir. Modusnya saat itu, pelaku Zu dan An mengatakan kepada korban agar menghentikan mobilnya karena mereka ingin kencing di sebuah kebun kopi.

Setelah Zu dan Aa masuk lagi ke dalam mobil, korban yang masih duduk di bangku sopir kemudian langsung disekap mulut dan leher dengan menggunakan tangan oleh Zu dan Lw. lalu, pelaku berhasil mengikat tangan dan kaki korban dengan menggunakan tali. sehingga dalam keadaan terikat dan mereka langsung memindahkan korban ke kursi belakang.

Sopir kemudian dikendalikan oleh Aa yang duduk membawa mobil dan empat oeang pelaku mulai merampas barang milik korban seperti handphone 2 unit beserta dompet. Di perjalanan, karena korban yang terus berontak membuat para pelaku marah hingga menusukkan pisau ke arah punggung belakang korban sebanyak dua kali yang dilakukan oleh pelaku Mu. Waktu itu korban masih bisa bernafas hingga mereka terus melanjutkan perjalanan menuju ke Sekayu.

Namun dalam perjalanan atau persisnya tiba di Desa Rindu Hati Kecamatan Gumay Ulu Lahat, Sumsel pelaku menurunkan korban dengan keadaan tangan dan kaki terikat tali. Selain itu, pelaku juga menutupi wajah dan kepala korban dengan menggunakan jaket warna hitam milik korban. Pelaku Lw langsung mengambil kayu sepanjang 1 meter dan memberikan kepada tersangka De. Selanjutnya dengan sadis De langsung menghantamkan kayu tersebut kearah kepala dan badan korban sebanyak 5 kali hingga akhirnya korban tewas.

Berdasarkan laporan dan penyelidikan polisi, anggota Subdit Jatanras Dit Reskrimum Polda Bengkulu langsung melakukan penyelidikan dan berhasil meringkus, MED. Kemudian berdasarkan keterangan MED tersebut, polisi langsung mengejar Aa di kediamannya dan berhasil mengamankan pelaku.

“Ya pelaku saat ini sudah kita amankan di Polda Bengkulu. Untuk sementara kita msih memerlukan keterangan pelaku,” kata Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP Sudarno melalui Kasubdit Penmas Bid Humas Kompol MUlyadi.(dex)