KUPASBENGKULU.com, REJANG LEBONG – Baru saja selesai mendapatkan program pembersihan dari Pok Darwis bekerja sama dengan Ekstrakurikuler Pecinta Alam (PA) SMAN 1 Curup beberapa waktu yang lalu, Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kaba kembali diselimuti sampah.

Pemandangan yang tidak mengenakkan tersebut membuat nuansa alami di puncak Bukit Kaba menjadi terganggu. Kepala Pemantau TWA Bukit Kaba, Sigit Widianto ketika dikonfirmasi kupasbengkulu.com Rabu (10/6/2015) menyatakan, kemungkinan pengunjung TWA Bukit Kaba tidak mengindahkan aturan yang dipasang diberbagai titik wilayah tersebut.

“Kalau pecinta alam yang kesini (bukit Kaba-red), mereka pasti jaga kebersihan, tapi kalau pengunjung umum yang sekedar hiking, ini yang sering tidak menjaga lingkungan,”ungkap Sigit.

Sigit berharap, akan ada Peraturan Daerah (Perda) atau apapun bentuknya yang bisa memberi sanksi tegas bagi pengunjung yang tidak menjaga kebersihan Bukit Kaba. Sebelumnya, sudah ada banyak palang atau tanda larangan diberlakukan dan dipasang diberbagai titik, namun tetap tidak digubris.

“Tentu saja penyebabnya adalah karena mereka tidak merasa memiliki TWA Bukit Kaba dan merasa tidak akan ada sanksi bila tidak ikut menjaga kebersihan wilayah tersebut,”sambung Sigit.

Terpisah, Wakil Bupati Rejang Lebong, Syafewi juga memberi pendapat senada. Ia berharap, instansi atau kelompok terkait dapat membantu bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian alam di wilayah tersebut. Bahkan, lanjutnya, bila wilayah tersebut dibiarkan kotor malah akan berdampak negatif pada Bukit Kaba tersebut.

“Bisa bayangkan kalau nanti Bukit Kaba meletus?” candanya. (vai)