kupasbengkulu.com, Rejang Lebong – Kapolres Rejang Lebong, AKBP Dirmanto memberi teguran pada panitia pelaksana tarekat Naqsabandiyah, asuhan Buya Syekh Rasyidsyah Fandi di Desa Suka Datang, Curup Utara, Rejang Lebong.

Dirmanto juga meminta pengawasan pada seluruh anggota jemaah tarekat ini semakin diperketat. Hal ini tentu saja berkaitan dengan peristiwa meninggalnya Roni Azis (43) warga Ogan komering Ilir, Sumatera Selatan dilanjutkan lagi dengan meninggalnya Serda Alimudin (40) warga Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Keduanya merupakan salah satu jemaah tarekat ini.

“Kita sudah tegur panitia, kita minta perbaiki jadwal makan dan minum, juga harus menyajikan makanan dan minuman yang bergizi baik,”ungkap Dirmanto.

Dirmanto menambahkan, panitia harus benar-benar peka dalam mengawasi para jemaah. Apabila jemaah terlihat letih, capek dan sudah tidak bertenaga, sebaiknya langsung disuruh beristirahat. Kemudian, apabila jemaah terlihat sakit, langsung saja di minta untuk mendapat perawatan medis. Lagipula, tambah Dirmanto, dzikir tersebut dilakukan di dalam kelambu, sehingga pengawasan benar-benar hanya bisa dilakukan oleh panitia.

“Dilihat terus peserta yang berdzikir dalam kelambu itu, kalau lelah suruh istirahat,”tegasnya.
Dirmanto berharap, tidak ada lagi korban meninggal atau kritis berasal dari jemaah tarekat ini. Apalagi, akan masuk dalam gelombang dua yang akan dimulai pada tanggal 17 Ramadhan ini, dimana kemungkinan peserta akan lebih banyak. (vai)