Kupasbengkulu, Bengkulu Tengah– Operator Satgas PUPNS Bengkulu Tengah, Reno menyayangkan publikasi yang dilakukan mass media, yang menuding operator meraup keuntungan, bahkan sekali mengimput data e-PUPNS dikenakan bayarannya.

“Berita itu tidak benar. Bahkan saya memberi himbauan kepada semua operator yang bertugas, agar bisa bertanggungjawab bila pemberitaan itu benar adanya. Tapi sayang, sampai sekarang kami belum menemukan kebenaran akan pemberitaan tersebut”, jelas Reno yang dihubungi via telepon.

Hal ini muncul setelah dibukanya pendaftaran e-PUPNS di Kabupaten Bengkulu Tengah tanggal 1 September 2015 lalu. Saat itu tampak aliansi para guru sibuk untuk menyusun, menyelesaikan melengkapi berbagai syarat agar bisa terdaftar. Para guru yang ingin menggunakan jasa operator disetiap sekolah yang tergabung dalam Satgas PUPNS Bengkulu Tengah, diberikan pelayanan.

Menurut Retno, pihaknya siap membantu para guru yang merasa kesulitan dalam menginput data. Mengingat para guru tidak semua yang dapat menguasai IT, atau tidak paham masalah komputer. “Bagi mereka yang ingin mengerjakan sendiri, ya silahkan. Paling kita memberi langkah-langkah untuk pengimputan data”, kata Reno.(dod)