kupasbengkulu.com, Seluma – Rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara tingkat KPU Seluma berjalan aman, namun saksi pasangan calon (Paslon) Bupati nomor urut Satu Mufran Imron – Gustianto mengajukan keberatan terhadap hasil perolehan suara yang diplenokan KPU Seluma.

“Dari penilaian kami diduga banyak hal yang tidak sesuai aturan dan tidak maksimal tempak kurang meriah,minimnya sosialisasi Alat Peraga Kampanye (APK) yang seadanya menurut kami, masih tingginya angka golput, Banyaknya masyakat tidak mendapat undangan memilih (C6),”Kata Muhammad Iksan selaku saksi nomor urut 1 digedung daerah serasan seijoan Kamis (17/12/2015).

Selain itu juga, kata dia, kurangnya Bimtek ditingkat KPPS sehingga banyak terjadi kesalahan menurut mereka itu merupakan hal yang fatal.

“Diduga banyak terjadi politik uang sesuai pantauan di lapangan dan banyaknya laporan di Panwaslu sehingga mempengaruhi pemilih untuk memilih pasangan calon, politik uang itu memang tidak terlihat tapi terasa. Ditambah lagi ada perbedaan jumlah surat suara antara paslon bupati dan gubernur, bagi kami itu tidak mungkin beda karena berlandaskan yang sama dan memiliki DPT yang sama,” bebernya.

Hingga berita ini diturunkan pleno rekapitulasi penghitungan suara paslon Bupati Seluma masih berlangsung, belum ada informasi resmi dari KPU Seluma terkait hasil penghitungan suara Pilkada di wilayah itu.(cee)