sumber Foto: antara Foto

sumber Foto: antara Foto

kupasbengkulu.com – Pada akhir tahun (Desember) 2015, diketahui Kota Bengkulu mengalami inflasi sebesar 0,79 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang mengalami inflasi 0,09 persen. Hal ini berdasarkan pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) di 82 kota di Indonesia, pada akhir tahun 2015 semua kota mengalami inflasi.

“Kota Bengkulu menempati urutan ke-60. Kota yang mengalami inflasi tertinggi adalah Merauke dengan besaran 2,87 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Cirebon sebesar 0,27 persen,” ujar Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi Bengkulu, Nurul Hasanudin, Senin (04/01/2016).

Diketahui inflasi Kota Bengkulu pada Desember 2015 terjadi pada hampir semua kelompok pengeluaran, kecuali kelompok pendidikan rekreasi dan olahraga. Besaran pada masing-masing kelompok antara lain kelompok bahan makanan sebesar 1,86 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,26 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,05 persen, kelompok sandang sebesar 0,24 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,24 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga -0,04 persen, serta kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,34 persen.

Sementara laju inflasi tahun kalender dan tahunan (yoy) tercatat sebesar 3,25 persen. Inflasi terutama disebabkan naiknya harga cabai merah, angkutan udara, bawang merah, beras, telur ayam ras, daging ayam ras, rokok kretek filter, bawang putih, semangka tomat buah, dan beberapa komoditi lain yang mengalami kenaikan harga.

“Kenaikan harga beberapa komoditi ini tidak mampu meredam inflasi dengan turunnya beberapa komoditi seperti kape-kape, kacang panjang, buncis, dencis, jeruk, terong panjang, ikan ekor kuning, tomat sayur, udang basah, kentang, dan beberapa komoditi lain yang mengalami penurunan harga,” tandasnya. (val)