kupasbengkulu.com, Lebong – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lebong mengupayakan keberangkatan calon Jamaah Haji (CJH) asal Lebong tahun ini akan dipasang gelang Global Position System (GPS).

Rencana ini sesuai petunjuk dari pusat untuk mempermudah memonitor keberadaan Jamaah Haji dari masing-masing daerah. Disisilain juga untuk medeteksi Jemaah Haji ketika terjadinya musibah atau tragedi seperti tahun lalu di Mina.

Kepala Kemenag Lebong, Drs.H. Tasri, MA mengungkapkan pihaknya akan mengupayakan pola yang sama dengan daerah lain untuk kepentingan CJH dari masing-masing daerah. Karena ide seperti ini sudah sejak lama diwacanakan dan mudah-mudahan tahun 2016 ini dapat direalisasikan, untuk seluruh CJH Asal Lebong akan dipasang Gelang GPS.

“Antara lain tujuan gelang yang dipasang GPS ini, untuk mempermudah atau deteksi keberadaan Jemaah pada saat melaksanakan tahapan ibadah Haji di Mekah. Karena dari pengalaman yang sudah-sudah, sering kita dengar persoalan Jemaah tersesat bahkan hilang,” kata Tasri.

Seperti tahun sebelumnya lanjut Tasri, adanya musibah crane yang jatuh ke Masjidil Haram Mekah. Hal tersebut membuat kepanikan terhadap CJH bahkan panitia pendampingpun mengalami kesulitan untuk mendeteksi keberadaan Jamaah.

“Mudah-mudahan dengan menggunakan gelang GPS ini, dapat membantu deteksi keberadaan Jamaah,” sambungnya.

Tasri menambahkan, untuk Jumlah Kuota CJH tahun 2016 ini masih seperti sebelumnya sebanyak 73 orang. Untuk penambahan Quota masih menunggu surat resmi dari pusat.

“Sejauh ini kita sedang melakukan pendataan terkait data kelengkapan CJH yang siap berangkat menunaikan ibadah Haji tahun 2016 di Mekah,” demikian Tasri.

Penulis: Rendra Sutanto