sumber : Basarnas Bengkulu

sumber : Basarnas Bengkulu

Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Kepala Kantor Badan SAR Nasional (Basarnas) Bengkulu, Agolo Suparto, mengatakan saat ini Basarnas Bengkulu hanya memiliki 34 orang Tim SAR. Jumlah ini dinilai sangat kurang untuk mengimbangi potensi musibah bencana yang ada di wilayah Provinsi Bengkulu, sehingga perlu dilakukan penambahan personil.

“Kami menilai jumlah personil yang kita miliki sangat kurang untuk mengantisipasi Bengkulu yang rawan bencana. Kami berharap dalam penerimaan CPNS memasukkan petugas penolong, bukan hanya tenaga medis saja,” ujarnya, Senin (21/03/2016).

Menurutnya, sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia, potensi bencana di Bengkulu sangat beragam mulai dari longsor, gempa, hingga bencana tsunami khususnya di 7 kabupaten yang berada di pesisir pantai. Selain itu Bengkulu juga termasuk daerah potensi kecelakaan transportasi darat dan udara.

“Ada peningkatan kasus yang cukup signifikan tahun ini. Kami memang menggunakan sistem siaga 24 jam dan mensosialisasikan tugas kita kepada masyarakat,” kata Agolo.

Tercatat pada tahun 2015 pihaknya melakukan penyelamatan terhadap 25 kasus, antara lain 3 kasus pelayaran dan 22 kasus orang hilang. Pada 2016 ini ada peningkatan kasus dari tahun lalu yakni sebanyak 7 musibah dalam kurun waktu tiga bulan saja.

Dia juga menambahkan, sosialisasi emergency yang dilakukan juga berhasil meningkatkan pelayanan tim SAR kepada masyarakat. Saat ini pihaknya telah mendirikan Pos Siaga SAR di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.

“Pemda Bengkulu Selatan juga bersedia menyiapkan lahan untuk pos siaga, kita sangat apresiasi itu,” pungkasnya.(val)