Anggota DPRD Lebong dari  Dapil III saat Jaring Asmara

Anggota DPRD Lebong dari Dapil III saat Jaring Asmara

 

Lebong, kupasbengkulu.com – Ada yang menarik saat anggota DPRD Lebong dari daerah pemilihan (Dapil) III yang meliputi Kecamatan Lebong Utara, Amen, Pinang Belapis, Uram Jaya, Lebong Atas dan Pelabai, saat melakukan jaring asmara di Kantor Camat Lebong Utara, Kamis (31/3/2016). Dimana Rosmini yang mewakili ibu-ibu single parents, meminta untuk dapat diperhatikan oleh pemerintah.

Dihadapan anggota dewan, Rosmini mengakui, dengan perkembangan saat ini sangat sulit bagi para ibu-ibu single parents untuk dapat menghidupi keluarganya jika tidak memiliki keterampilan yang mamadai. Unuk itu, dirinya mengharapkan perhatian dari pemerintah agar mereka dibekali keterampilan dan bila perlu dibekali modal untuk usaha.

“Saya mewakili ibu-ibu single parents disini mengharapkan perhatian dari pemerintah untuk diperhatikan. Karena kami merasa pada zaman sekarang ini sangat sulit untuk memulai usaha tanpa ada keterampilan yang memadai dan minimnya modal untuk membuka usaha,” keluh Rosmini.

Aspirasi tersebut kemudian ditanggapi oleh Anita Andriani, S.Sos, M.Si yang juga ketua TP PKK Kabupaten Lebong. Ia meminta kepada ibu Rosmini agar mengajak teman-teman single parents untuk membentuk kelompok dan mengajukan proposal kepada dinas terkait.

“Jadi saya sebagai ketua TP PKK Kabupaten Lebong menyarankan ibu-ibu untuk membuat kelompok dan mengajukan proposal ke Dinas Sosial. Saya siap memperjuangkan ibu-ibu dan hal ini menjadi catatan penting bagi saya,” kata Anita.

Selain itu, tidak banyak yang menonjol dari aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat di Dapil III yang diantaranya mempertanyakan aspirasi yang sudah disampaikan pada reses sebelumnya kepada dewan. Seperti yang disampaikan Ketua BPD Kampung Dalam, Tobing yang mempertanyakan tindak lanjut dari bencana longsor yang ada di desanya hingga saat ini belum ada perbaikan.

“Longsor tersebut terjadi pada tahun 2015 silam, dan pada saat itu sudah saya sampaikan kepada anggota dewan melalui reses sebelumnya. Apa mau menunggu sampai ada korban jiwa baru longsor itu dikerjakan?” tanya Tobing.

Waka II DPRD Lebong, Azman May Dolan, SE yang juga ketua rombongan menjelaskan jika aspirasi tersebut sudah diakomodir oleh DPRD. Dana untuk menanggulangi bencana longsor tersebut sudah dikucurkan sebesar Rp 800 juta ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebong.

“Jadi sudah kita akomodir aspirasi tersebut melalui BPBD Lebong. Jadi pengerjaannya pada tahun ini (2016, red) tapi kapan waktunya silahkan ke instansi yang bersangkutan, yang jelas Dewan sudah menganggarkan dana sebesar Rp 800 juta untuk menanggulangi bencana tersebut,” kata Dolan.(spi)