jalan

Rejang Lebong, Kupasbengkulu.com-Penemuan mayat Defrizal Nuardi (23) warga Kota Bengkulu di daerah Kepala Curup,
dipastikan bermotif pencurian dengan kekerasan.

Petugas dari Polsek Padang Ulak Tanding (PUT) sudah mendapatkan informasi, kalau korban sebelum tewas dibegal, sempat dikeroyok oleh enam orang pelaku .

Menurut informasi, keenam pelaku itu saat melakukan aksinya menggunakan tiga sepeda motor. Awalnya hanya ada tiga pelaku dengan menggunakan dua sepeda motor, yang mencoba menghentikan korban. Saat itu korban mencoba melawan dengan tangan kosong dalam perkelahian itu. melihat korban melawan, saat itulah salah seorang pelaku langsung mengeluarkan pisaunya.

Tak lama berselang, datang lagi tiga pelaku dengan satu sepeda motor. Saat itulah perkelahian tidak seimbang terjadi. Akhirnya korban Def jatuh bersimbah darah dengan luka tusuk tepat didadanya. Di tangan korban juga terdapat luka bekas menangis serangan pisau pelaku.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung membantu dengan melemparkan batu kearah para pelaku berkali-kali. Akhirnya pelaku kabur meninggalkan korban, tanpa membawa apapun milik korban. Informasi dari saksi, para pelaku lari kearah Kota Lubuklinggau.

Pamit ke Lubuklinggau
Dari kota Bengkulu pada hari Sabtu (2/4/2016), korban berangkat dengan sepeda motornya menuju kota Lubuklinggau untuk menyelesaikan masalah pribadi.

Tujuan itu baru diketahui keluarga terakhir ini, setelah korban tiada. Pada hari kejadian, Minggu (3/4/2016) korban sedang dalam perjalanan menuju pulang ke Kota Bengkulu.

Saat dalam perjalanan pulang itulah, korban dihadang oleh para pelaku, kata Kapolsek PUT, Eka Chandra. “Saat ini, motif para pelaku adalah aksi Curas atau begal,” kata Eka Chandra, Senin (4/4/2016).

Saat ini, petugas sudah mendapatkan ciri-ciri pelaku. Namun sayangnya, penyidik malah kesulitan mencari saksi untuk kejadian ini. “Meskipun demikian, kita sudah mengantongi ciri-ciri pelaku dan kendaraan yang digunakan pelaku,” pungkas Eka.

Informasi terakhir, kini korban sudah dibawa kerumah duka di Kelurahan Berkas, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu pada Minggu (3/4/2016) malam.

Penulis : Adhyra Irianto