Seluma, kupasbengkulu.com – Abrasi pantai di Desa Pasar Seluma Kecamatan Seluma Selatan sejak setahun terahir ini mengancam desa tersebut. Perpindahan muara sungai Pasar Seluma dan mendangkalnya aliran sungai juga menyebabkan puluhan hektare sawah di daerah itu gagal panen dan nelayan tradisional telah jarang melaut.

“Muara telah bergeser mencapai dua kilometer dan abrasi terus berlanjut. Jika posisi pasang surut ketinggian air di bawah satu meter, perahu kami tidak bisa bebas keluar masuk muara,” kata Ketua Forum Nelayan Desa Pasar Seluma, Ikhwan.

Dia mengatakan penyebab abrasi ini lantaran tidak ada penahan gelombang. Akibatnya jika pasang mulai naik langsung menghantam pohon sawit milik perusahaan PT Agri Andalas.

“Efeknya terasa sejak setahun terahir ini,” singkatnya.

Sementara itu tokoh masyarakat Desa Pasar Seluma, Sirwan, mengatakan sejak terjadinya abrasi, Desa Pasar Seluma terus digenangi saat hujan deras. Hal ini karena terjadi pendangkalan di muara sungai dan perpindahan muara secara alami.

“Kalau terus abrasi desa kami bisa tenggelam, ini sudah terjadi sejak setahun ini. Kemudian sawah tadah pasang, nah sekarang ini air pasang tidak sampai ke sawah jadi tidak ada air di sawah,” jelasnya.

Diketahui pula jumlah nelayan di desa ini lebih kurang 100 orang. Saat ini nelayan terpaksa menunggu pasang tinggi agar perahu dapat keluar dari muara. Di samping itu, penyebab abrasi ini karena rusaknya hutan di wilayah pesisir oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit.

“Masyarakat berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah sehingga nelayan dapat kembali melaut,” tutupnya. (sep)