Lokasi kejadian

KUPASBENGKULU.com, BENGKULU SELATAN – Bw (30), Re (18) dan Ro (25) akhirnya diamankan di Mapolres Bengkulu Selatan terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap anggota Kodim 0408 Bengkulu Selatan dan anggota Polres Bengkulu Selatan, serta Yogi warga Jalan Lettu Muhiba Sebiris Kelurahan Gunung Ayu Kota Manna.

(baca juga : Anak Bupati Keroyok Anggota TNI dan Polisi)

Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Abdul Muis, S.IK melalui Kasat Reskrim Iptu Risqi Akbar membenarkan, kalau anak orang no 1 di Kabupaten Bengkulu Selatan itu beserta seorang Pamannya yakni Ro dan sepupunya Re saat ini diamankan pihaknya terkait adanya laporan dugaan penganiayan terahadap Rudi anggota kodim 0408 Manna dan Yama anggota Polres Bengkulu Selatan, serta Yogi warga Jalan Lettu Muhiba Siwak Sebiris Kecamatan Kota Manna.

“Ya Benar BW anak Bupati BS itu, dan Re supir truk, serta Ro pekerja kuari saat ini untuk sementara kita amankan,” kata Risqi.

Lanjut Riski, Bw dijemput saat dirinya hendak pulang ke rumahnya di Jalan Kolonel Berlian Kota Manna usai menghadiri musyawarah dengan warga Jalan Lettu Muhiba tadi malam. Sementara Re dan Ro datang sendiri ke Polres setelah ditelpon oleh BW.

Ditambahkan Risqi, dari keterangan BW, Re dan Ro. Mereka kesal dengan ulah oknum Tni yakni Rudi, yang selalu menghalangi aktivitas kerja mereka. Para supir truk yang melewati depan rumahnya itu, sebelumnya sudah pernah distop oleh Rudi anggota kodim 0408 Manna tersebut.

Pada Minggu, (21/06/2015) kemarin, mendapat laporan dari supir truk yakni Re yang merupakan sepupunya itu kalau dirinya (Re -red) kembali dihadang dan diberhentikan oleh Rudi. Mungkin kesal sehingga Bw ini emosi. Bersama pekerja kuari yakni Ro dan Re mereka langsung mendatangi anggota Kodim 0408 itu di Jalan Lettu Muhiba, dan terjadilah peristiwa pukul memukul tersebut.

“Kita masih mendalami peristiwa ini, untuk sementara belum tahu siapa yang salah dan siapa yang benar, saksi – saksi akan kita mintai keterangannya dulu,” tutup Kasat.

Sementara itu, Bw, Re dan Ro. Sebelum dimintai keterangan oleh penyidik Reskrim Polres BS, ketiganya dipersilahkan untuk memberikan keterangannya kepada beberapa awak media. Di ruang penyidik, Bw menceritakan kronologis kejadian tersebut.

Menurutnya, Rudi anggota Kodim 0408 itu sudah sangat membuat para supir truk yang mengangkut hasil produksi kuari dan AMP nya itu resah.

“Bukan kali ini saja Rudi itu menghadang para supir tru ini. Dua minggu sebelumnya paman saya Izwan juga distop oleh anggota Kodim itu, satu minggu sebelumnnya Agok juga distop dan juga terjadi keributan bahkan Rudi sempat menantang paman saya Rizwan sambil mengeluarkan sangkur. Waktu itu, saya sendiri yang melerainya dan saya dinginkan,” beber Bw kepada wartawan.

Lanjut Bw, nah kemarin itu saudara kita Rudi ini kembali menghadang dan memberhentikan truk yang dibawa anaknya pamannya itu yakni Re dan kembali terjadi keributan. Kemarin itulah terjadi puncak kekesalannya sehingga dirinya bersama Re dan Ro mendatangi Rudi.

“Benar saya bawa pisau, tapi pisau itu belum saya tarik dari sarungnya. Melihat Rudi bawa kayu, pisau kuduk tadi itu langsung saya tarik. Namun saya dipegangi oleh salah seorang anggota Polres. Sembari anggota Polres yang berpakaian preman itu berkata kepada saya untuk diselesaikan baik-baik saja, dan pisau saya serahkan,” tutur Bw.

Disisi lain, Ro kepada wartawan menjelaskan kalau saat itu dirinya melihat saudara Rudi itulah yang membawa sepotong kayu dan mau memukul Bw. Melihat hal itu, spontan Ro langsung memukul Rudi dengan menggunakan helm kerja.

“Saya lihat Rudi mau mukul Bw pakai kayu, spontan helm yang saya pakai itu langsung saya pukulkan ke Rudi. Saat itulah terjadi perkelahian itu. Setahu saya tidak ada pekerja kuari atau supir truk yang lain. Yang ada kemarin itu hanya kami betiga,” ucap Ro.(tom)