Ilustrasi/beras

Ilustrasi/beras

 

Bengkulu,kupasbengkulu.com – Badan Ketahanan Pangan (BKP) Provinsi Bengkulu telah menerima hasil laboratorium sertifikasi Surabaya terkait zat berbahaya yang diduga terkandung dalam beras Seginim.

Dari hasil laboratorium tersebut diketahui beras Seginim mengandung Kadmium (Cd) tujuh kali lipat di atas ambang bahaya, yakni mencapai 0.365, padahal kandungan Cd yang diperbolehkan hanya 0.050. “

“Penelitian yang pertama hasilnya buruk, jelas kami tidak puas. Sekarang ini sedang dikirimkan sampel untuk uji lab yang kedua supaya dilakukan penelitian ulang, dan mudah-mudahan hasilnya bisa berubah dan sertifikat sertifikasinya keluar,” kata Muslih, Selasa (15/03/2016).

Dia mengatakan pihaknya masih melakukan kajian mendalam dari mana asal zat Cd yang mencapai 0.365 ini. Muslih menyebut untuk lulus sertifikasi, khususnya beras, harus lulus uji laboratorium dalam sembilan kategori.

“Delapan item kandungan zat yang dikaji untuk beras Seginim semuanya bagus, kecuali kadar Cd yang tujuh kali lipat di atas ambang toleransi itu,” terang Muslih.

Adapun kesembilan kandungan zat yang dikaji pada laboratorium Surabaya tersebut diantaranya, Bentazone (MRL 0.1; RL 0.0010; Result ND), Carbaryl (MRL 5; RL 0.010; Result ND), Carbendazim (MRL 2; RL 0.010; Result ND), Chlorpyrifos (MRL 0.5; RL 0.010; Result ND), Fipronil (MRL 0.01; RL 0.002; Result ND), Imidacloprid (MRL 0.1; RL 0.010; Result ND), Residual Chlorine (MRL-; RL 1.00; Result ND), Cadmium (MRL-;RL 0.050; Result 0.365), Lead (Pb) (MRL -; 0.100; Result ND). “

“Kalau hasil uji lab yang kedua nanti teryata masih mengadung Cd tinggi, maka BKP akan melakukan pendampingan kepada masyarakat petani padi Seginim agar ini aman untuk dikonsumsi,” tandasnya. (val)