Dana Pilkades Benteng

kupasbengkulu.com, Bengkulu Tengah – Dana hibah dari pemerintah daerah (Pemda) Benteng untuk penyelanggaraan pemilihan kepala desa (Pilkades) di 77 desa tanggal 14 November akhirnya dicairkan,dengan demikian, dana sebesar Rp 1 miliar 11 juta tersebut sudah berada di rekening panitia desa untuk direalisasikan sebagaimana mestinya.

menurut pantauan kupasbengkulu.com usai berkumpul di Pemda benteng dan mendapatkan surat perintah Pencairan dana (SP2D), seluruh ketua panitia dan bendahara Pilkades yang hadir langsung berbondong-bondong menyerbu kantor Bank Bengkulu (BB) Cabang Pembantu Karang Tinggi sekedar untuk mencairkan dana tersebut dan mengalihkannya ke rekening desa.

Salah satu ketua panitia Pilkades Padang Brunai, Kecamatan bang Haji, Kabupaten Benteng, Baswandi (42) mengaku bahwa dalam pelaksanaan Pilkades serentak tahun ini, pihaknya mendapatkan kucuran dana senilai Rp 12,5 juta rupiah.

“Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 378 orang,” tuturnya

Sementara itu, ketika ditanya kegunaan dari dana tersebut, Baswandi mengaku bahwa dana itu sepenuhnya akan dialokasikan untuk mensukseskan seluruh tahapan Pilkades di desanya.

“Uang ini nantinya akan kami peruntukan sebagai pembayaran honor panitia desa, pembuatan bilik suara, logistik serta perlengkapan lainnya. Dengan dana yang disediakan ini, kita akan upayakan agar dapat mencukupi semua kegiatan,” tutupnya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi, Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Daerah Benteng, Tomi Marisi tak menampik telah dicairkannya dana Pilkades tersebut.

“Hari ini seluruh panitia dari 77 desa telah kami kumpulkan untuk mengambil SP2D dan selanjutnya mencairkan dana tersebut ke Bank Bengkulu,” terang Tomi.

Diakui Tomi, dalam penyalurannya, setiap panitia desa akan mendapatkan dana hibah dengan jumlah yang berbeda tergantung dari jumlah DPT masing masing desa pelaksana Pilkades.

“Dana yang kita berikan berbeda-beda tergantung dengan mata pilihnya. Sebagian besar setiap desa diberikan dana Rp 11-14 juta. Bahkan ada juga desa yang mendapatkan dana senilai Rp 20 juta, diantaranya adalah desa Pasar Pedati yang memiliki jumlah DPT yang banyak,” tutup Tomi.(adk)