Femi Purnama Sari (14)  salah satu pasien pengidap DBD.

Femi Purnama Sari (14) salah satu pasien pengidap DBD.

Kupasbengkulu.com, Rejang Lebong – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Selasa (2/2) kedatangan tiga pasien positif demam berdarah denque(DBD). Jumlah itu ditambah lagi satu pasien meninggal asal Kecamatan Curup, beberapa hari yang lalu.

Ironisnya ini terjadi pasca klaim Dinas Kesehatan (Dinkes) yang menyebut jumlah penderita DBD di Rejang Lebong berkurang.

Tiga pasien itu, menambah panjang daftar penderita DBD di Rejang Lebong, selama bulan Januari 2016 ini. Total, hingga tanggal 2 Februari 2016, sudah ada 39 pasien suspect DBD di RSUD Curup.

Salah satu pasien yang ditemui, Femi Purnama Sari (14) mengaku telah tiga hari dirawat di RSUD Curup. Orang tuanya, Miles Midarti (45) menyatakan kalau anaknya menderita di kos-kos-an wilayah Curup Tengah.

“Rumah kami di Bengkok, Kecamatan Sindang Dataran, hanya saja anak saya sekolah di Curup Tengah,” katanya melihat kondisi Femi yang kini mulai membaik.

Meski demikian, mulai bermunculan bintik-bintik disekujur tubuhnya. Tenaga medis menyatakan, saat ini keadaan Femi dan penderita DBD lainnya sudah masuk dalam tahap pemulihan.

Trombosit darah para korban sudah mulai membaik. Meskipun demikian, situasi DBD sudah masuk dalam tahap berbahaya, berbanding terbalik dengan klaim bahwa DBD di daerah tersebut telah berkurang. (vai)

Kupasbengkulu.com, Rejang Lebong – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Selasa (2/2) kedatangan tiga pasien positif demam berdarah denque(DBD). Jumlah itu ditambah lagi satu pasien meninggal asal Kecamatan Curup, beberapa hari yang lalu.

Ironisnya ini terjadi pasca klaim Dinas Kesehatan (Dinkes) yang menyebut jumlah penderita DBD di Rejang Lebong berkurang.

Tiga pasien itu, menambah panjang daftar penderita DBD di Rejang Lebong, selama bulan Januari 2016 ini. Total, hingga tanggal 2 Februari 2016, sudah ada 39 pasien suspect DBD di RSUD Curup.

Salah satu pasien yang ditemui, Femi Purnama Sari (14) mengaku telah tiga hari dirawat di RSUD Curup. Orang tuanya, Miles Midarti (45) menyatakan kalau anaknya menderita di kos-kos-an wilayah Curup Tengah.

“Rumah kami di Bengkok, Kecamatan Sindang Dataran, hanya saja anak saya sekolah di Curup Tengah,” katanya melihat kondisi Femi yang kini mulai membaik.

Meski demikian, mulai bermunculan bintik-bintik disekujur tubuhnya. Tenaga medis menyatakan, saat ini keadaan Femi dan penderita DBD lainnya sudah masuk dalam tahap pemulihan.

Trombosit darah para korban sudah mulai membaik. Meskipun demikian, situasi DBD sudah masuk dalam tahap berbahaya, berbanding terbalik dengan klaim bahwa DBD di daerah tersebut telah berkurang. (vai)