Bengkulu Tengah, kupasbengkulu.com – Anggota DPRD Bengkulu Tengah mengkritisi beberapa item pembangunan yang telah dilaksanakan. Seperti halnya, pembangunan beberapa kantor di komplek perkantoran telah ada sebagian yang selesai.

Disana juga ada kantor milik instansi vertikal yakni Kemenag Benteng. Namun, jika milik pemda, pembangunannya dikoordinir oleh pemda sendir, sementara yang kemenag di koordinir dari pusat langsung.

Terkait perbandingan hasil pembangnan antara milik instansi daerah dengan vertikal, dinilai sangat jauh berbeda. Dimana, untuk kentor kemenang sendiri diketahui anggarannya lebih kecil dari milik pemda. Sementara hasilnya jauh lebih baik dari milik pemda. Hal ini jelas dipertanyakan banyak pihak, termasuk DPRD Bengkulu Tengah yang menyampaikan dari salah seorang anggotanya Indra .

Menurut politisi Partai Gerindra ini, bahwa harusnya pemerintah dapat mencontoh pembangunan yang telah dilakukan oleh instansi vertikal tersebut.

Karena, akan sangat disayangkan jika dana pembangunan besar namun kalah kualitasnya dengan dana yang lebih kecil. akan lebih baik jika dilakukan efisiensi anggaran dan mengarahkannya ke arah pembangunan yang lainnya.

“Kalau bisa sedikit dananya dan hasilnya maksimal rasanya lebih baik,” terangnya.

Sementara itu, Kades Kembang Ayun, Pakulna mengakui, bahwa kondisi infrastruktur masih menjadi kendalan serius yang dialami masyarakatnya, padahal bukan hanya warganya saja, namun warga dari desa lain juga menggunakan jalan lintas.

“Masyarakat biasa dan juga pegawai pemerintah yang bertugas di pedalaman menjadikan jalan sebagai akses utama, namun saat ini kondisinya juga sangat buruk apalagi di msim hujan,” demikian Pakulna.(adk)