GOR Curup

GOR Curup

kupasbengkulu.com, Rejang Lebong – Kabag Umum dan Perlengkapan Sekretariat Daerah, Yulfitri mengklaim bahwa kerusakan sarana dan prasarana umum seperti Gedung Olah Raga (GOR) dan Balai Agung disebabkan oleh masyarakat. Hal tersebut diungkapkannya pada kupasbengkulu.com, Selasa (26/1/2016).

Yulfitri membenarkan bahwa dua tempat tersebut memang sering disewa masyarakat untuk hajatan dan acara perkawinan yang bertujuan untuk pribadi. Hal itulah yang diklaim Yulfitri sebagai penyebab utama kerusakan dua fasilitas umum tersebut.
“Kemungkinan besar, hal itulah penyebab kerusakan Gor dan Balai Agung,” tambah Yulfitri.

Yulfitri menambahkan, ketika digunakan sebagai tempat acara pernikahan oleh masyarakat, maka panitia acara akan melakukan dekorasi dengan menggunakan pelafon. Seperti dalam pemasangan pelaminan, maka beberapa kain akan dipaku ke plafon yang membuat plafon menjadi rusak.
“Kita berharap pengelola sarana tersebut dapat lebih menjaga aset daerah tersebut,” tambahnya.

Data terhimpun, penyewaan GOR dan Balai Agung mencapai Rp 400 ribu dalam satu hari. Hanya saja, mulai tahun ini, diberikan syarat pada calon penyewa agar tidak memasang pelaminan di pelapon bangunan. Sementara itu, data lainnya menyebutkan bahwa pencapaian PAD tahun 2015 dari penyewaan dua aset tersebut mencapai Rp 150 juta.

Penulis: Adhyra Irianto